Mobil water canon Polres Jayapura saat berusaha memadamkan api yang membakar kantor Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jayapura, Sabtu (21/11) malam. ( FOTO: Robert Mboik/Cepos)

Kantor Bependa dan 9 Rumah di Asrama Koramil Ludes Terbakar 

SENTANI-Dua musibah kebakaran terjadi di wilayah Sentani dalam kurun waktu kurang dari 24 Jam. Kebakaran pertama melanda  Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kabupaten Jayapura, Sabtu (21/11) sekira pukul 21.20 WIT. Sementara kebakaran kedua terjadi Minggu (22/11) sekira pukul 14.30 WIT di  Asrama Koramil Hawaii Sentani. 

Kebakaran yang terjadi Sabtu (21/11) malam mengakibatkan kantor Bapenda Kabupaten Jayapura yang berada di lantai dua gedung kantor Bapenda dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura ludes terbakar. Adapun kebakaran di Asrama Koramil Hawaii Sentani mengakibatkan lima petak rumah ludes terbakar. 

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Mackbon yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda Sabtu (21/11) malam dan Minggu (22/11) siang kemarin. Polres Jayapura menurut Victor Mackbon masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran di dua lokasi tersebut.

 “Terkait apa penyebabnya tentunya nanti masih menunggu penyelidikan. Kalau penyebab sementara belum tahu ya. Karena kita periksa dulu,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Victor Mackbon ketika dikonfirmasi wartawan di tempat kebakaran kantor Bapenda dan DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Sabtu (21/11) malam. 

Dia menjelaskan bangunan kantor yang terbakar itu dibangun dengan konstruksi  dua lantai. Dimana lantai satu ditempati oleh  DPM-PTSP dan lantai duanya  ditempati oleh Kantor  Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jayapura. 

Menurut Victor Mackbon, api pertama kali muncul dari lantai dua atau dari kantor  Bapenda. Dari situ kemudian api merambat kebagian lain dari bangunan itu. Meskipun mobil water canon yang diturunkan berhasil  memadamkan api, namun seluruh isi bagian dalam kantor itu  tidak mampu diselamatkan.

Polisi memastikan, kebakaran itu hanya terjadi pada kantor Bapenda. Sementara bangunan  dan isi dalam  kantor perizinan yang ada di lantai satu gedung itu masih aman. Meskipun ada sebagian kecil dari salah satu ruangan di lantai satu itu yang sempat terbakar, tetapi petugas dengan sigap memadamkan api. “Belum menyebar ke lantai 1 karena kalau kita lihat yang habis ini hanya lantai dua,” tandasnya.

Menurut informasi dari salah satu staf kantor Bapenda, yang enggan disebutkan namanya, isi dalam kantor itu sebagian besarnya dokumen dan adminitrasi perpajakan berbahan kertas serta peralatan penunjang kerja seperti komputer, laptop dan lain lain. Haal ini diduga menjadi salah satu faktor mengapa api dengan cepat merambat kebagian yang lain kantor itu.
Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro yang  turun ke lokasi kejadian mengungkapkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya peristiwa kebakaran tersebut kepada pihak kepolisian  untuk mengidentifikasi  penyebab utama dari kejadian ini.
“Sekarang belum bisa kita pastikan berapa kerugian yang terjadi akibat peristiwa ini, nanti setelah penyidikan yang dilakukan oleh Polisi baru kita tahu kira-kira berapa kerugiannya,” ujar Giri Wijayantoro.

Dia menyebut kantor itu baru dibangun pada tahun 2019 lalu dengan alokasi anggaran APBD Kabupaten Jayapura. Hanya saja dia belum menyebut jumlah pasti anggaran yang digunakan untuk membangun kantor tersebut. 

Sementara itu, terkait kebakaran di asrama Koramil Hawaii Sentani yang menghanguskan 9 petak rumah, Kapolres Victor Mackbon juga belum bisa memastikan sumber api. “Kita belum tahu penyebab kebakaran, yang jelas kita masih lakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kemudian kita kumpulkan bukti-bukti yang ada dan juga saksi-saksi, baru kita bisa memperjelas musibah tersebut,” ucapnya kepada wartawan di Sentani, Minggu (22/11). 

Terkait musibah kebakaran tersebut, Victor Mackbon mengaku mendapat laporan sekira pukul 15.00 WIT. Laporan tersebut langsung direspon Polres Jayapura dengan mengerahkan satu unit mobil water canon. 

“Kami dari Polres Jayapura langsung merespon dengan mengirimkan 1 unit mobil water canon. Namun mobil water canon tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran, karena akses jalan terlalu sempit. Kemudian kami juga menghubungi pihak Damkar Pemkab Jayapura dan langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan ditambah satu mobil tanki air tiba di lokasi, untuk membantu memadamkan kobaran api,” jelasnya.

Warga di sekitar lokasi kebakaran menurut Victor Mackbon juga ikut membantu memadamkan api. Menurut dia, api dengan cepat menjalar ke sejumlah rumah yang ada di kompleks tersebut sehingga menghanguskan 9 unit rumah. “Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIT,” tuturnya. 

Saat ini Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Jayapura telah melakukan upaya penyelidikan. Sementara untuk total kerugian akibat peristiwa itu belum diketahui secara pasti. (roy/nat)