Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, SE,M mencoba menenangkan kelompok massa dari kampung Wuka Hilapok untuk tak melakukan penyerangan kepada kampung Meagama, Rabu (9/9).  ( FOTO: Denny/cepos )

Lima Warga dari kedua kampung Luka-luka Terkena Panah 

WAMENA-Lantaran terprovokasi dengan berbagai isu dan tindakan yang terus mengalir di kalangan masyarakat, Kampung Wuka Hilapok  dan kampung Meagama kembali bentrok. Dalam bentrokan ini 5 warga mengalami luka -luka akibat terkena panah , sehingga aksi saling jaga -menjaga kembali dilakukan dua kelompok warga.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen ketika dikonfirmasi  membenarkan adanya insiden tersebut. Awalnya, lanjut Kapolres, ada 3 warga yang melakukan provokasi kepada dua kelompok massa yang sempat berseteru, dengan cara mengganggu pihak kampung Wuka Hilapok dengan teriakan lalu mereka membakar honai kosong yang ada di kebun Kampung Meagama.

   “Provokasi ini yang membuat pihak Kampung Meagama mencurigai jika yang membakar honai di wilayahnya warga dari kampung Wuka Hilapok, sehingga langsung melakukan pengejaran dan karena masuk wilayah Wuka hilapok maka bentrokan tak terhindarkan lagi,” ungkapnya rabu (9/9) kemarin.

   Kapolres menyatakan sebenarnya dari kepolisian sudah melakukan klarifikasi kepada kedua belah pihak, namun mereka tetap tak percaya dan sudah terprovokasi, sehingga dari pihak Wuka Hilapok berpikir jika dari Meagama tak mau berdamai dan kembali menginginkan bentrokan, sehingga dalam sekejab mereka mengumpulkan masanya.

  “Sampai sekarang (kemarin.red) kan kita belum tahu siapa yang melakukan pembakaran, kita masih mengumpulkan keterangan dari masing -masing pihak, namun kami tetap mencari mereka yang memprovokasi warga untuk kembali berperang,” bebernya.

  Ia menjelaskan bahwa kedua kelompok ini baru saja berdamai, dengan saling membayar denda. Namun beberapa hari lalu ada isu yang beredar dari kedua kelompok ini dimana dari pihak kampung Wuka Hilapok dikabarkan ada kelompok dari Meagama yang terkena panah dan meninggal dunia di RSUD wamena, isu yang sama juga disampaikan ke pihak Meagama kalau ada warga Wuka hilapok yang terkena panah dan ada di rumah sakit.

   “Isu ini membuat masyartakat saling berjaga -jaga, namun hari ini ada 3 orang yang tak dikenali datang membakar salah satu honai kosong di wilayah Meagama sehingga timbul kecurigaan jika yang membakar itu dari kelompok Wuka hilapok sehingga mereka berbondong -bondong datang ke perbatasan dua kampung tersebut dan bentrokan itu tak dapat dihindari.”beber Rumaropen yang mengaku masih mencari tiga pelaku provokasi itu.

   Kata kapolres dari korban yang luka -luka 3 korban dari pihak Wuka Hilapok dan 2 korban dari pihak Meagama, 5 korban ini dalam keadaan luka berat karena terkena panah  di bagian betis dan paha. Para korban tak mau dibawa ke rumah sakit karena merasa tak nyaman sehingga ada yang merawat di kampung dan ada yang dibawa ke rumah sakit.

  Secara terpisakh kepala suku perang kampung Wuka Hilapok Distrik pelebaga, Lukas Wuka menyatakan, ia tak pernah memerintahkan untuk membakar honai di wilayah Meagama, sehingga ia meminta kepada kepolisian untuk mengecek masalah ini. Ia juga ingin tahu apakah ada pihak lain yang ingin memperkeruh suasana atau membuat wilayahnya tak aman dengan adanya masalah ini.

   “Mungkin ini ada oknum yang memprovokasi, saya selaku kepala suku perang tak pernah mengeluarkan perintah untuk bakar honai apalagi kemarin sudah ada perdamaian,” tuturnya.(jo/tri)