*Untuk Akses Kuota Internet yang Diberikan Pemerintah

JAYAPURA– Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., menyebutkan bahwa  pihaknya diberikan waktu hingga 11 September mendatang untuk merampungkan validasi dan verifikasi nomor kontak peserta didik di Dapodik.

Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

Hal ini berkaitan dengan pemberian kuota data bagi peserta didik oleh pemerintah pusat. Kata Wantik, pemerintah memberikan bantuan kuota data internet bagi mahasiswa, guru dan siswa dalam mendukung studinya di masa Covid-19.

“Jadi, sudah diluncurkan (launching) sekaligus MoU dengan gubernur, di mana kuota bagi siswa sebesar 35 gb/bulan dan kuota bagi guru sebesar 42 gb/bulan dengan tanpa batas waktu. Artinya, sampai berakhirnya Covid-19,” jelas Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/9).

Wantik menjelaskan, konten yang diakses melalui kuota data tersebut telah dibatasi untuk penggunaan media sosial. Dengan kata lain, yang dapat diakses adalah aplikasi edukasi, termasuk zoom untuk mengakses webinar, yang tujuannya untuk belajar. Semuanya difilter secara baik untuk kepentingan edukasi.

Cara aksesnya, menggunakan data atau nomor kontak peserta didik yang tercantum pada Dapodik dan pihaknya diberikan waktu hingga tanggal 11 nanti untuk melakukan verifikasi dan validasi nomor kontak peserta didik untuk pemerintah.

“Tugas kami, yakni melakukan koordinasi dengan sekolah, baik jenjang SD, SMP, SMA, maupun SMK, serta satuan pendidikan khusus, untuk memastikan nomor kontak peserta didik di Dapodik semuanya aktif dan bukan menjadi milik orang lain. Ini yang sedang diverifikasi dan divalidasi oleh Disdik dan Telkomsel,” tambahnya.

Selain itu, sambung Wantik, Telkomsel sendiri sebagai penyedia jasa layanan telekomunikasi juga memberikan kuota data internet sebesar 10 gb dengan pemotongan pulsa sebesar Rp 10 saja. (gr/ary)