JAYAPURA- Dinas Pendidikan Perpustakaan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua melalui Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) melakukan monitoring Pembelajaran Luar Kelas Sekolah (PLKS) belajar dari rumah dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Tingkat Provinsi Papua, Rabu (22/7)kemarin, dihadiri Kadis PP2AD Papua melalui Kabid PKLK Laurent Wantik, serta Kepala SLBN Pembina Tingkat Papua Irwanto Paerunan.

Kabid PKLK DPPAD Papua Laurent Wantik saat memberikan arahan bersama Kepala SLBN Pembina TK Papua Irwanto Paerunan dalam kegiatan monitoring PLKS di SLBN Pembina Tingkat Papua di Jayapura, Rabu (22/7)kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

 Kabid PKLK DPPAD Papua Laurent Wantik menjelaskan, kegiatan monitoring ini sangat penting dengan tujuan untuk memberikan informasi selama pandemic Corona dengan guru-guru di SLB dengan melakukan kolaborasi informasi yang beredar tentang Covid dan pembelajaran dari rumah, tapi saat ini diistilahkan Pembelajaran Luar Kelas Sekolah (PLKS), termasuk dari monitoring ini menerima silabus dan modul yang akan diberikan kepada orang tua, karena guru-guru di SLBN ini sudah membuatnya dari seminggu lalu nanti para guru akan melakukan monitoring dalam pembelajaran yang dibuat lagi.

   Dijelaskan, pelayanan untuk pembelajaran bagi anak tuna grahita, tuna netra  tentu berbeda.  ‘’Dengan adanya pembelajaran jarak jauh yang bisa dilakukan melalui Daring pihak sekolah juga harus memfasilitasi guru-guru dengan membelikan pulsa data, memberikan transportasi untuk memperlancar kegiatan guru-guru dalam melayani peserta didik dimasa pandemic Corona ini,’’katanya.

 Wantik menjelaskan dalam kegiatan monitoring dilakukan dengan tiga model, antara lain langsung datangi sekolah seperti di SLBN 1 Jayapura dan SLBN Pembina Papua di Buper Waena, model kedua menggunakan online baik telpon dan video Confrence untuk yang jaringan bagus.

  Diakui dampak Covid-19 memang pembelajaran tidak bisa maksimal, oleh karena itu, peran orang tua di rumah dalam membantu guru memberikan mengajar sangat dibutuhkan dan untuk tingkat SLB untuk model pembelajaran hanya difokuskan pada Pendidikan karanter, selain dari pembelajaran ilmu di sekolah.

 Sementara itu, Kepala SLBN Pembina Tingkat Provinsi Papua Irwanto mengatakan, dengan adanya masukan yang telah diberikan Kabid PKLK DPPAD Papua ini sebagai bahan koreksi buat pihaknya ketika harus melakukan kegiatan belajar dari rumah, baik secara daring atau during.

 Diharapkan, silabus dan modul yang dibuat para guru bisa disesuaikan dengan profil setiap anak, karena setiap anak mempunyai latar belakang yang berbeda, status sosial berbeda, status ekonomi berbeda.

Dalam pembuatan modul dan silabus diberikan kepada jenjang SDLB semua jenis gangguan, kemudian jenjang SMPLB dan jenjang SMALB. Untuk memaksimalkan pembelajaran dari rumah, sekolah juga sudah membuat grup komite sekolah, grub orang tua wali siswa dan grup guru jadi ada kegiatan berkaitan guru, orang tua selalu dilakukan komunikasi apapun yang diambil dalam keputusan itu akan disampaikan kepada orang tua melalui grup di smartphone.

 “Kami juga telah sampaikan kepada orang tua Tahun pelajaran 2020-2021 untuk semester ganjil pembelajaran dilakukan secara daring dan during,’’jelasnya.(dil/wen)