Saat Umat Hindu Menggelar Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943

Umat Hindu Kota Jayapura melakukan acara Dharma Santhi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943, di Pura Agung Surya Bhuwana, Skyland Jayapura, Sabtu (24/4) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Umat Hindu Kota Jayapura melaksanakan Dharma Santhi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943 di Pura Agung Surya Bhuwana, Skyland Jayapura. Lalu harapan dan doa apa yang dipanjatkan dalam perayaan tersebut?

 Laporan: Priyadi

Umat Agama Hindu di Kota Jayapura dan sekitarnya mengucap rasa syukur karena bisa melaksanakan  acara  Dharma Santhi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943, di Pura Agung Surya Bhuwana, Skyland Jayapura Sabtu (24/4) siang lalu. 

  Acara ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya sebelum ada pandemi Covid-19, karena hanya diikuti tidak banyak orang hanya internal saja dengan tidak mengundang pihak eksternal. Dalam acara ini juga tetap menerapkan protocol kesehatan sesuai dengan aturan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tidak hanya doa-doa dan harapan yang dipanjatkan dalam acara ini, hiburan persembahan tarian juga dilakukan di sana. 

 Cara tersebut dihadiri Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Papua  I Komang A. Wardana, SE., M.M., Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Jayapura I Wayan Nugati, Pembina Wanita Hindu Dharma Indonesia Kota Jayapura Ni Ketut Kabeningsih, sesepuh umat Hindu Kota Jayapura dan lainnya.

 Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Papua  I Komang A. Wardana, SE., M.M., mengatakan, untuk tema yang diambil dalam acara ini adalah “Jadikanlah  hidup manusia untuk introspeksi diri di masa pandemi Covid-19, agar alam ini harmonis dengan seluruh Ciptaanya’’.

 Dijelaskan,  sesama umat manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, harus saling menghormati, menghargai, menyayangi dan tetap bersatu apapun itu agamanya, budayanya, bahasanya seperti yang ada di Papua  ini jadikanlah Kebhinekaan Tunggal Ika ini menjadi kekuatan bersama untuk tetap saling menjaga kerukunan antar umat beragama, sehingga dibutuhkan introspeksi diri dan umat Hindu sendiri ini selalu diajarkan melakukan itu, apakah dengan hubungan sesama manusia maupun alam  dijaga keharmonisanya dengan seluruh ciptaanNya.

“Kita pada kesempatan ini dalam melaksanakan Dharma Santhi hanya dilakukan di lingkungan internal tidak melibatkan pihak eksternal karena kami masih mempercayai bahwa Covid-19 itu masih ada, kita juga himbau bagi umat Hindu tetap melaksanakan protokol kesehatan, sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19 bisa dilakukan dengan baik, khususnya partisipasi yang diberikan oleh umat hindu,’’jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 karena ini program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, sosialisasi vaksinasi harus terus dilakukan bidang kesehatan karena  masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya paham betul soal vaksinasi.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Kota Jayapura I Wayan Nugati menambahkan, Perayaan hari raya Nyepi tahun Caka  1943 jatuh pada tanggal 14 Maret 2021 lalu saat ini dilakukan perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi dan ini sebagai ajang introspeksi diri apa yang umat hindu sudah lakukan selama 1 tahun yang lalu dan apa yang akan dilakukan untuk 1 tahun ke depan untuk bisa dilakukan intropeksi diri jika ada banyak hal-hal yang dilakukan ada salah sebaiknya harus minta maaf untuk dilakukan intropeksi diri, sehingga kedepannya tidak dilakukan lagi sehingga ada perbaikan diri.

 Dan bagi umat hindu ini wajib dilakukan sehingga apa yang dijalankan dalam hidup ini penuh dengan keharmonisan, kedamaian, saling menjaga toleransi antar umat beragama, dan tentu bisa menjaga alam. (*/wen)