JUMPA PERS: Tim Gugus Tugas Covid 19 Jayawijaya saat melakukan jumpa pers di Gedung Otonom Wenehule Hubi Wamena, Sabtu (6/6) malam. (FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Dua hari setelah adanya penambahan 4 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya, kembali ditemukan empat kasus positif Covid-19 dalam dua hari terakhir Sabtu (6/6) dan Minggu (7/6). 

Konfirmasi penambahan empat pasien Covid-19 ini disampaikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Jayawijaya setelah mendapatkan hasil pemeriksaan swab dari Labkesda Jayapura.

Dengan penambahan empat kasus ini maka sudah ada 12 kasus positif Corona di Kabupaten Jayawijaya dari penularan lokal. 

Ketua Tim Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengaku adanya penambahan empat pasien positif Corona. Dimana keempat pasien yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab ini sudah menjalani perawatan. 

“Kita sudah dapat data kalau ada tambahan 4 pasien yang positif. Memang sedikit terlambat karena sampel swab ini banyak yang masuk untuk diperiksa di Labkesda Provinsi Papua,” jelasnya Sabtu (6/6) malam.

Keterlambatan yang ini, menurut Jhon Banua bukan hanya untuk hasil pemeriksaan yang positif saja. Tetapi ODP yang dikarantina sekira 68 orang juga masih menunggu hasil swab yang yang sementara ini masih dikirim untuk diperiksa di Jayapura. Pihaknya masih menunggu hasil dari sampel swab yang dikirim untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tiga pasien positif baru, merupakan ODP yang telah kita karantina selama ini. Diambil sampel swabnya lalu diperiksa dan hasilnya positif. Dalam karantina juga ada yang sudah dilakukan selama 10 -12 hari sambil menunggu hasil swab. Karena sebelum ada hasil swab kami tak bisa pulangkan,”kata Jhon Banua yang juga Bupati Jayawijaya.

Menurutnya, 4 pasien baru ini sama dengan 8 orang pasien lainnya yang tergolong OTG. Untuk itu, dapat dikatakan rata-rata yang terkonfirmasi ini adalah OTG. Semuanya terinfeksi dari penularan lokal dan bukan dari luar. Sebab Pemkab Jayawijaya telah penutup akses masuk selama 3 bulan.

“OTG yang banyak ini mungkin dikarenakan masyarakat kita di Jayawijaya sistem imunnya bagus, sehingga 12 pasien ini rata -rata tidak bergejala,” tuturnya.

Untuk kontak, dari 4 orang pasien baru ini, Jhon Banua melihat, seperti yang terjadi pada 4 pasien yang sebelumnya. Mereka tak pernah meninggalkan Wamena, tetapi terkonfirmasi positif. 

Oleh sebab itu, hasil rapat tim gugus tugas dan tenaga medis mengambil keputusan jika di Jayawijaya saat ini sudah ada penularan lokal.

“kita ihat akses darat dan udara sudah ditutup 3 bulan, tetapi masih saja ada dan malah kita tambah meningkat menjelang 3 bulan. Sehingga dapat disimpulkan penularan sekarang dari dalam Jayawijaya sendiri,” tegasnya.

Dengan adanya penularan lokal ini, Tim Gugus memastikan jika , virus ini bisa terjadi penyebaran di mana saja. Pasar dan toko, karena kontak dengan uang sehingga harus mencari dengan skala besar.

Terkait hal ini, untuk pembatasan waktu aktivitas kemungkinan yang sudah dilaksanakan tetap dijalankan dan pemerintah akan kembali melakukan evaluasi.

“Aktivitas masyarakat kita akan evaluasi lagi sampai jam berapa. Namun kita juga mengikuti aturan dari provinsi dimana termasuk akses bandara di Jayapura akan dibuka. Tetapi khusus Jayapura-Jakarta – Jayapura dengan pembatasan 50 persen. Ini harus dievaluasi dengan pembatasan waktu kedepan,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, apabila tim gugus melakukan pembatasan aktivitas, masyarakat diharapkan mematuhinya. Karena risiko penularan lokal sudah sangat besar.

“Kita melakukan pembatasan aktivitas bukan keinginan kita semata. Tetapi ini adalah aturan Covid, sehingga saya harap masyarakat untuk benar -benar patuhi aturan ini. Seperti social distancing, menggunakan masker dan rajin cuci tangan. Karena kalau tidak akan terpapar banyak nanti,”tutupnya.(jo/nat)