Siapkan Operasi Pasar dan Pasar Murah Jelang Nataru

JAYAPURA – Menyambut event keagamaan yakni Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua  Provinsi dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan melakukan beberapa kegiatan dalam hal menjaga ketersediaan stok dan harga bapok di pasaran.

Aktivitas jual beli di Pasar Sentral Hamadi belum lama ini. Menjelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag pastikan stok dan harga Bapok terpantau. ( FOTO: Yohana/Cepos)

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua  Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan,  menyambut Nataru, Menteri Perdagangan akan menggelar rapat terkait kesiapan Nataru yang melibatkan semua kepala-kepala Dinas Perindag yang akan digelar secara virtual pada hari ini (26/11).

“Khusus bagi kami di Indonesia Timur yang mayoritas sebagian besar adalah umat Nasrani, tentu kesiapan kami harus benar-benar maksimal dalam hal menjaga ketersediaan stok bapok dan harga agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan pada saat perayaan Nataru,” kata Laduani saat dihubungi via telepon, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (25/11) kemarin.

Diakuinya, khusus di Papua pihaknya akan melakukan operasi pasar serta pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia dalam hal menggelar pasar murah bagi masyarakat, guna menjaga stabilitas harga barang dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Nataru.

“Kami juga akan melihat kebutuhan masyarakat pada akhir-akhir bulan ini kebutuhan apa yang mengalami peningkatan. Akan kami lakukan kerjasama dengan beberapa distributor maupun kerjasama antar transportasi baik laut menggunakan Kapal Pelni maupun penerbangan untuk menjaga ketersediaan stok,” terangnya.

Lanjutnya, ada komoditi yang sering mengalami kenaikan permintaan maupun harga adalah telur. Untuk itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Makasar dan Jawa Timur dengan tujuan ketika stok telur dan harga telur mulai mengalami lonjakan, pihaknya bisa bekerja sama untuk mendatangkan telur dari daerah-daerah tersebut dengan menggunakan kapal Pelni.

“Selain itu, kami juga akan terus memantau harga bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit, agar pada posisi Nataru tidak mengalami kenaikan harga maupun terkendala stok,’’imbuhnya. (ana/ary)