Suasana pengujian teknologi mesin pengolahan sagu yang disediakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Provinsi Papua, yang berikan bagi Industri kecil dan menengah di Kampung Gemebs (Genyem Besar) Kabupaten Jayapura, Senin (7/12) kemarin. (FOTO:Yohana/Cepos)

GENYEM – Membuktikan keseriusan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Provinsi Papua dalam hal pengelolaan sagu, baru-baru ini Disperindag Provinsi menyerahkan pabrik sagu yakni ini rumah pengolahan sagu beserta mesin produksi sagu mulai dari mesin parut hingga kemasan di Kampung Genyem Besar, Distrik Nimboran.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan rumah produksi sagu yang pihaknya bangun beserta peralatan lengkap, yaitu mesin parut sagu – mesin kemasan sagu tersebut yang diibahkan bagi kelompok usaha di Kampung Henyem Dstrik Nimboran bersumber dari dana APBD Perubahan.
“Total anggaran yang kami berikan bagi masyarakat untuk produksi pohon sagu menjadi tepung sagu ini, sekitar Rp 400 juta untuk bangunan, sementara untuk mesin satu set Rp 400 jutaan, total keseluruhan dana yang dibutuhkan Rp 800 jutaan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/12) kemarin.
Pembangunan rumah produksi sagu dan peralatan lengkap ini dibangun mulai dari Oktober 2020 dan diselesaikan pada Desember 2020, selain memberikan rumah produki pihaknya juga memberikan Bimbingan Teknis cara penggunaan mesin produksi, yang mana setelah dilakukan Bimtek pihaknya juga langsung menyerahkan bangunan beserta mesin produksi bagi masyarakat melalui Pemerintah Kabupaten Jayapura.
“Dengan rumah produksi dan alat ini, kami harapkan semua kelompok masyarakat dapat menghasilkan satu produk yaitu tepung sagu, setalah menjadi tepung sagu, kami juga harapkan nantinya ada pelaku UKM yang akan mengolah tepung tersebut menjadi aneka cake sagu maupun kuliner sagu lainnya,” tambahnya.
Dengan demikian secara otomatis pastinya dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua. pihaknya selain memberikan rumah produksi dan sekaligus alat produksi pihaknya juga akan tetap melakukan pemantauan produksi sagu, bahkan dari sisi pemasaran pun tetap pihaknya tanggulangi.
“Kami harapkan masyarakat khusus fokus mengolah tepung sagu nanti bagian pemasaran akan kami bantu juga agar masyarakat tidak terlalu kesulitan dalam hal memasarkan produk,” jelasnya.
Sementara itu, Owner CV. Made Mulia Asih Jayapura – Papua sekaligus penyedia Teknologi Pengolahan Sagu, Drs. I Made Budi,M.Si menjelaskan, untuk membuat mesin teknologi pengolahan sagu telah pihaknya telah melakukan uji coba hampir 6 kali dan menghasilkan teknologi yang lebih gampang namun memberikan hasil kualitas yang bagus.
Sementara itu, Kelompok Usaha Nenem Tab, Naftali Warisyu mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang membantu anak asli Papua dalam hal produksi sagu.
“Selama ini kami kewalahan dari sisi efisiensi waktu karena masih menggunakan cara manual, namun setelah ada mesin dan rumah produksi ini pastinya akan sangat membantu kami dalam hal berproduksi,” terangnya.
Bahkan dari sisi pemasaran, pihakya juga akui sangat kesulitan, namun jika dalam hal ini pemerintah masih mau membantu mencari pasaran, hal ini sangat membantu pihaknya, karena saat ini mencari pasaran sangat susah. (ana)