Carolino Ivakdalam ( FOTO : ERIK / CEPOS)

JAYAPURA – Kabar mengejutkan hadir dari tim promosi Liga 2, Persewar Waropen. Tim berjuluk Mutiara Bakau itu kini berjuang pada babak delapan besar Liga 2 justru harus kehilangan pelatih kepalanya, Carolino Ivakdalam yang menyatakan mundur dari bangku kepelatihan tim kebanggan masyarakat Waropen itu. 

Mantan pemain Persipura Jayapura itu mengambil keputusan tersebut usai Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dalam sidang menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama enam bulan. Tentu kabar itu sangat mengejutkan bagi pencinta sepakbola Tanah Papua. Pasalnya nama Carolino Ivakdalam menjadi suksesor Persewar Waropen hingga bisa menapaki Liga 2 2019, bahkan kini masih memiliki kans untuk promosi ke Liga 1.

Diketahui, Persewar Waropen sejak berdiri tahun 2005 lalu, belum pernah mencicipi kasta kedua sepakbola Tanah Air. Meski sering wara wiri di kompetisi lokal. Nama Persewar mulai dikenal saat adik kandung Carolino Ivakdalam, Eduar Ivakdalam mengantarkan Persewar lolos dibabak 32 besar nasional 2017 lalu.

Ditahun 2018, estafet kepelatihan Persewar Waropen kemudian diambil oleh Carolino Ivakdalam. Ditangan dinginya, Ino sapaan akrabnya dengan bermodalkan talenta-talenta muda asli Papua, ia pun sukses memberikan kejutan dengan membawa Persewar lolos ke babak nasioanl Liga 3, kemudian mendapatkan kesempatan promosi ke Liga 2.

Tak sampai disitu, Ino tak hanya mampu mengatarkan Persewar sebagai kontestan Liga 2. Meski sebagai tim promosi, Persewar kemudian melakukan gebrakan menjadi runner up pool B. Persewar berhasil bersaing dengan tim-tim kuat seperti Persik Kediri, Martapura FC, Mitra Kukar dan Persis Solo.

“Memang mengejutkan, tapi saya sudah mengambil keputusan ini, saya sudah ajak bicara dengan istri. Saya tanya ke istri harus siap dengan keputusan ini. Mungkin istri juga berat, apalagi saya membangun tim dari liga 3, bagi saya Persewar sudah seperti satu keluarga. Terima kasih kepada Ketua umum, manajer dan masyarakat Waropen yang sudah percayakan saya melatih tim ini, harapan saya, di babak 8 besar nanti, Persewar bisa lolos ke babak empat besar dan meraih tiket lolos ke liga 1 musim 2020,” ungkap Ino kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (2/11).

Ino berharap, Persewar Waropen dapat terus menampilkan performa terbaiknya di babak delapan besar dan meraih tiket promosi ke liga 1 sesuai dengan targetnya diawal musim.

“Saya memang sedih dengan keputusan ini, tapi saya harus tetap dan berusaha untuk profesional. Saya hanya sedih karena meninggalkan teman-teman di saat mau berjuang di babak 8 besar tanggal 14 November mendatang. tapi keputusan saya adalah hal yang normal di dunia sepak bola profesional,” ujarnya

Ino juga membeberkan, bahwa Ketua Umum Persewar maupun manajer keberatan dirinya mundur. Karena ikatan batin dirinya dalam tim sangat kuat, seperti satu keluarga, tapi ia tetap harus profesional dengan meninggalkan tim yang ia sudah besarkan itu.

Diketahui, dengan pengunduran diri Ino, dipastikan Elie Aiboy yang awalnya menjadi asisten Ino akan mengambil alih seutuhnya kursi pelatih kepala Persewar Waropen. (eri/gin).