Kabid Jurim P2PL Dinas Kesehatan Tolikara, Kostan Yikwa bersama Staf Gapai Unicef sedang menyuntikkan vaksin kepada Siswa SD Kuari di Kuari, Senin, (24/08) ( foto: Humas For Cepos)

KARUBAGA-Petugas kesehatan Tolikara Papua melalui Kepala Bidang Jurim P2PL Dinas Kesehatan Tolikara, Kostan Yikwa bersama Staf Yayasan Gapai Unicef menyuntikan vaksin kepada siswa saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Kuari Tolikara Papua  Senin (24/08)

Kegiatan penjaringan kesehatan dan bulan imunisasi anak sekolah yang dilakukan ke sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Tolikara Papua  tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh anak dari virus Campak Rubella.

Menurut Kepala Bidang  Jurim P2PL Dinas Kesehatan Tolikara Kostan yikwa  Imunisasi campak merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit campak pada anak karena termasuk penyakit menular.

 Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit campak adalah Imunisasi lanjutan yang diberikan pada program BIAS yang dilaksanakan kepada Anak Sekolah.

“Pada dasarnya, imunisasi adalah kegiatan pencegahan. Imunisasi dilakukan agar seseorang terhindar dari penyakit infeksi atau meringankan gejala penyakit tersebut. Metode ini merupakan metode pencegahan yang paling efektif dan murah dalam mengatasi penyakit,”. Ujar Kostan yikwa.

Ditegaskanyaya Imunisasi ini juga wajib diberikan pada anak balita mengingat sistem kekebalan tubuh balita sangat rentan. Bagi anak usia sekolah wajib diberikan karena seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh anak juga meningkat. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan mereka terserang penyakit infeksi lain di usianya yang kian bertambah .

“Di Indonesia sendiri, telah ada jadwal imunisasi lanjutan yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan jenis Imunisasi anak usia sekolah yang dicanangkan di Indonesia adalah diphtheria tetanus, campak, dan tetanus diphteria dan human papillomavirus,”  tegas Kostan yikwa.

“Bagi anak-anak sekolah yang tidak sempat diimunisasi,jagan cemas karena selama anak tidak terinfeksi penyakit infeksi tertentu,anak masih bisa mendapatkannya dikemudian hari,”tambahnya.(humas/jo)