dr. Aaron Rumainum, M.Kes

JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua, mengakui saat ini Papua mendekati kebanjiran vaksinasi Covid 19, akan tetapi data tersebut belum dapat diupdate secara maksimal mengingat kondisi jaringan internet di Jayapura masih mengalami kendala.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes. menjelaskan saat ini kondisi vaksin di Papua mulai menuju kepada kebanjiran vaksin, khususnya vaksin Sinovac.

“Kami Dinkes kesulitan mendata vaksin yang masuk kesetiap kabupaten/kota, kami kedatangan vaksin sebanyak, 2.510 vial dengan rincian, Jayawijaya 360 vial, Kabupaten Jayapura 210 vial, Yapen 250 vial, Biak 390 vial, Nabire 350 vial, Sarmi 110 vial, Waropen 110 vial, Tolikara 230 vial, Supiori 100 vial, Mamberamo Raya 100 vial dan untuk buffer stok yang kami miliki sebanyak 300 vial,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/6) kemarin.

Diakuinya, data yang disampaiakan saat ini, baru sebagian karena terkendala jaringan internet pihaknya belum dapat melakukan up date data keseluruhan vaksin dari masing-masing kabupaten/kota.

Lanjutnya, sampai dengan saat ini, kondisi ketersediaan vaksinasi untuk Papua bisa dikatakan aman, karena ketersediaan stok saat ini cukup melimpah.

“Kami bukan hanya menjaga ketersediaan stok, tetapi juga gencar melaksanakan penyuntikan vaksin di Papua, hanya saja perkembangnya belum bisa diupdate saat ini karena kondisi jaringan internet yang belum stabil,” terangnya. (ana/gin)