Apel Gelar Pasukan TNI/ Polri di tugu Wio Silimo (Tugu Salib) untuk mengantisipasi aksi demo dan mobilisasi massa, Kamis (12/3). ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA- Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menegaskan bahwa pihaknya  tak akan mengizinkan demonstrasi atau mobilisasi massa dalam bentuk apapun di Jayawijaya. Kapolres tidak melarang penyampaian aspirasi, namun tak harus dengan mengumpulkan masa.

  “Kalau ada massa yang berkumpul, maka kepolisian akan melakukan pembubaran dengan paksa.”tegas Kapolres.

 Untuk itu, Kapolres meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang menyikapi isu pelaksanaan demo. Sebab, TNI/Polri siap memberikan jaminan keamanan untuk Jayawijaya. Kepolisian juga telah melibatkan semua golongan seperti FKUB untuk mengimbau kepada seluruh masyarakat.

  “Siapapun, dimanapun kalau ada titik kumpul masa pasti kita akan bubarkan, kita sudah siap untuk menindak siapa saja yang memprovokasi dan mengganggu situasi yang tidak nyaman di Jayawijaya, sehingga masyarakat tetap tenang,” ujar Kapolres kepada Cenderawasih Pos, Kamis (12/3).

   Ia mengimbau kepada masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa, pertokoan tetap dibuka, sekolah -sekolah juga tetap masuk seperti biasa. Sebab, isu yang berkembang ini hanya untuk menakuti masyarakat, sehingga kepolisian menilai hal ini sebagai berita hoax sehingga dilakukan penyelidikan dari berbagai sumber informasi itu.

  “Kita sementara kembangkan atau mencari pelaku yang sengaja melakukan provokasi agar masyarakat ini mengalami kepanikan,”ujar Rumaropen.

   Kata Rumaropen, pihaknya telah membangun koordinasi dengan TNI dalam hal ini Kodim 1702/ Jayawijaya dan Batalyon 756 / Wimanesili melalui rapat beberapa hari lalu, sehingga sementara ini masih dilakukan paroli gabungan untuk mempersempit ruang dan gerakan dalam tanda kutip pihak -pihak tertentu yang tak ingin Jayawijaya aman.

   Kepolisian akan melakukan tindakan hukum tegas, bila  ada rencana -rencana jahat  yang hendak dilakukan oknum atau kelompok masyarakat. Ia mengharapkan seluruh masyarakat Jayawijaya untuk cinta damai. “Kita inginkan masyarakat Jayawijaya ini cinta damai, untuk apa melakukan segala bentuk kekerasan yang akan menyusahkan dirinya dan orang lain,”tutup Rumaropen.(jo/tri)