Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon saat menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan yang membuat korban meninggal dunia, di Mapolres Jayapura, Senin (14/9), kemarin. ( FOTO:Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Jayapura bernama Bertus Bamu, (26) meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Rabu (9/9), akibat dikeroyok sekelompok warga.

Kapolresta Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan, korban meninggal dunia setelah sebelumnya dikeroyok sekelompok warga di Kehilangan 2 Sentani, Senin (7/9).

“Korban sempat dirawat di RSUD Abepura, kemudian dibawa ke rumahnya karena sudah dianggap sembuh, namun setelah itu kembali dibawa ke RSUD Yowari namun akhirnya meninggal dunia,”kata Victor Mackbon kepada wartawan di Polres Jayapura Senin (14/9), kemarin.

Dia menjelaskan, berdasarkan kronologis yang berhasil dihimpun pihaknya, pengeroyokan yang dialami oleh korban itu berawal dari rasa cemburu salah satu oknum pelaku. Dimana sebelumnya diduga korban sempat melakukan chattingan dengan istri salah satu oknum pelaku. Kemudian pelaku mengundang korban untuk menyelesaikan persoalan itu, namun ternyata jalan yang ditempuh oleh para pelaku bersama 4 rekannya mengeroyok korban.

Sekadar diketahui, pada 9 September kemarin, ada sekitar 100 masyarakat datang ke Polres untuk meminta laporan. Karena awalnya mungkin akan diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi karena korban meninggal, kemudian keluarga korban meminta tolong polisi untuk melakukan mediasi dan mengantarkan jenazah ke rumah pelaku.

Kapolres mengaku, meskipun nanti ada upaya perdamaian antara kedua belah pihak, namun tidak mengesampingkan penyelesaian secara hukum. “Harus ada efek jera agar mereka tidak lagi mengulangi perbuatannya,”tambahnya. (roy/tho)