Bincang-bincang dengan Eddy Tamtomo,  Pemilik Usaha Pembibitan Buah Kelengkeng di Koya Barat

Eddy Tamtomo memperlihatkan bibit buah kelengkeng hasil cangkokannya di Koya Barat, yang sudah siap berbuah. ( FOTO:Priyadi/Cepos)

Siapa yang tidak suka dengan buah kelengkeng. Buah yang memiliki rasa manis, daging buahnya tebal dan baunya harum ini bibitnya dijual di kebun Eddy Tamtomo yang  berada di Koya Barat?

Berikut Laporan : Priyadi_Jayapura    

 Tidak terpikirkan oleh  Eddy Tamtomo yang kini memilik kebun bibit buah kelengkeng hingga 1000 lebih di Koya Barat. Awal mulanya ia yangt masih bekerja di Bank Papua, pada saat  mendekati masa pensiun mempunyai usaha pembibitan buah kelengkeng.

 Semasa ia tugas di Bank Papua ia sering tugas ke luar Papua dan menyempatkan diri belajar ke petani buah kelengkeng yang ada di Jawa karena memang di Papua khususnya Jayapura buah kelengkeng dulu jarang ada yang menanam, padahal buah kelengkeng cukup diminati masyarakat.

 Dengan inisiatif dan semangatnya, saat bertugas di luar Papua, ia menyempatkan diri selalu membawa berbagai jenis bibit buah kelengkeng untuk di tanam di kebunnya yang berada di Koya Barat. 

 Dari awal mula itulah ia terpacu untuk melakukan pencangkokan hingga sampai 1000 bibit lebih dan dijual sampai Kabupaten Keerom dan lainnya. Ada juga yang diberikan kepada keluarga, teman kerja dan lainnya.

 Eddy menjelaskan, saat ini peminat buah kelengkeng di Wilayah Jayapura terus meningkat, jika hanya mengandalkan buah kelengkeng kiriman luar Papua tentu lama dan harganya juga cukup mahal.  Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin menanam bibit buah kelengkeng yang sudah dicangkok bisa membeli dan tanya-tanya bagaimana cara menaman dan merawatnya.

 Kebun buah kelengkeng Eddy berada di Jalan Yapen Koya Barat tepatnya di Jalan  Kampus C Koya Barat, Eddy mengakui semenjak ia menanam buah kelengkeng dan mencangkoknya, ternyata banyak permintaan dari teman-teman kerja maupun masyarakat untuk membeli bibit cangkokan itu, karena buah kelengkeng di kebunnya rasanya enak, manis dan tebal.

 Ia mulai melakukan pembibitan lewat cangkok buah keleleng secara mandiri hingga pernah sampai 1000 bibit lebih.

  Harga bibit cangkokan buah kelengkeng yang ia jual disesuaikan dengan ukuran ada yang harganya Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu dengan tinggi bibit mulai 1 meter hingga 2, 5 meter. 

 Ia menjamin jika dirawat dengan baik tetap berbuah karena perawatan pohon kelengkeng sangat mudah dan sudah banyak yang mengambil bibit dari dirinya  untuk ditanam di kebun, pekarangan rumah dan sudah banyak yang berbuah.

 “Bibit buah kelengkeng saya sudah banyak terjual. Yang beli ada yang dari Arso 14, Arso 3, Arso 4 di Kabupaten Keerom dan lainnya. 

 Jenis kelengkeng yang ia sediakan ada jenis Diamond River sifatnya genjah. Jadi  mudah berbuah walaupun tanaman masih kecil bisa tumbuh dimana saja. Baik di dataran tinggi, maupun dataran rendah, serta  tidak membutuhkan perawatan rumit.

 “Kalau buah kelengkeng sudah berbuah banyak, jarang saya jual. Palingan teman-teman dan keluarga saya yang mengambil ada yang saya suruh bawa karung, karton rokok ambil sepuasnya karena memang saya ingin orang tahu kalau ini hasil tanaman saya supaya nanti juga saya bisa dikenang oh ini beli bibitnya dari Pak Eddy di Koya Barat,’’jelasnya.

 Eddy juga mengaku sebenarnya harga tidak jadi ukuran yang penting masyarakat puas dan senang serta tahu ini bibit dari dirinya, sehingga  nantinya namanya tetap dikenang kalau ingat buah kelengkeng di Koya Barat.(*)