Adolf Simanjuntak ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima pernyataan Kookmin Bank, grup finansial terbesar di Korea Selatan, yang saat ini memiliki 22% saham Bank Bukopin telah siap menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas, dengan mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin. 

 Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai peringkat 10 besar Bank di Asia, dengan total aset per 31 Desember 2019 mencapai sebesar Rp 4.675 triliun, akan memperkuat permodalan bank, mendukung likuiditas dan pengembangan bisnis bank di Indonesia. 

 Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf Simanjuntak mengatakan, aksi Kookmin Bank yang siap menjadi pemegang saham pengendali mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin, diharapkan dapat memberikan dampak baik terhadap kinerja perbankan dan perekonomian, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat.

 “Tentu saja hal ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor dan juga masyarakat kepada Bank Bukopin pada khususnya dan perbankan pada umumnya. Apalagi Kookmin Bank yang saat ini tercatat sebagai peringkat 10 besar Bank di Asia, dengan total aset per 31 Desember 2019 mencapai sebesar Rp4.675 triliun, akan memperkuat permodalan bank, mendukung likuiditas dan pengembangan bisnis bank di Indonesia,” jelasnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (13/6)lalu.

 Lanjutnya, Kookmin Bank saat ini telah menyediakan sejumlah dana di escrow account untuk menjadi pemegang saham pengendali dalam memperkuat permodalan dan likuiditas Bank Bukopin. (ana/ary)