DOA BERSAMA: Tim gabungan bersama warga, melakukan doa bersama sebelum mengevakuasi seorang warga yang terperosok ke dalam lubang di  belakang Gunung Kampwolker, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Rabu (10/6).  (FOTO: Polsek Abepura For Cepos)

*Seorang Pemuda Terperosok Dalam Lubang di Kampwolker 

JAYAPURA-Proses evakuasi terhadap seorang pemuda bernama Wendinus Jikwa alias Deiko Jikwa (17) yang terperosok ke dalam lubang sedalam kurang lebih 100 meter di belakang gunung Kampwolker Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Rabu (10/6) berlangsung dramatis.

Korban yang diperkirakan terperosok sekira pukul 14.30 WIT, baru bisa dievakuasi oleh tim gabungan dari Polresta Jayapura Kota, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Jayapura, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura dan masyarakat sekitar kira-kira pukul 20.47 WIT.

Korban yang mengalami patah tulang baru bisa dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapat perawatan medis sekira pukul 22.00 WIT. “Korban jatuh ke dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 100 meter  sore hari dan berhasil dievakuasi pada malam hari oleh tim gabungan dari Polresta Jayapura Kota, BNPB Kota Jayapura, dan Basarnas Jayapura,” ungkap Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav Urbinas melalui Kapolsek Abepura, AKP. Cleif Gerald Philipus Duwith, Kamis (11/6). 

Proses evakuasi menurut Duwith, dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan masyarakat tentang adanya warga yang jatuh di dalam lubang di sekitar gunung Kampwolker. Menindaklanjuti laporan tersebut, dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk bersama-sama ke TKP melakukan evakuasi dan penyelamatan terhadap korban.

“Korban mengalami luka-luka di bagian tubuh dan mengalami patah tulang akibat jatuh ke dalam lubang yang dalam. Saat ini korban sudah menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Korban mengalami luka sobek pada bagian kepala dan lutut sebelah kiri. Korban juga mengalami patah tulang tangan kiri,” tambahnya.

Dari persitiwa ini, Duwith meminta masyarakat yang beraktivitas di hutan untuk lebih berhati-hati, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. “Terutama warga yang berkebun untuk lebih berhati-hati ketika berada di hutan. Utamakan keselamatan bagi dirinya sendiri dan keluarga,” pintanya.  (bet/nat)