BANTU EVAKUASI:  Warga di sekitar Danau Sentani saat membantu mengevakuasi pesawat yang jatuh di Danau Sentani, Selasa (12/5). Robert/Cepos

Pilot Amerika Ditemukan Meninggal, Badan Pesawat Belum Dievakuasi 

SENTANI-Kabar duka datang dari dunia aviasi tanah air. Pesawat Cessna Kodiak 100 dengan nomor registrasi PK-MEC milik Mission Aviation Fellowship (MAF) mengalami kecelakaan di Danau Sentani, Papua, kemarin (12/5) sekira pukul 06.27 WIT. 

Pesawat tersebut membawa kargo dan hanya diawaki satu kru pesawat. Pesawat yang diawaki Capt. Joyce Lin diduga meledak sebelum jatuh di Danau Sentani setelah take off dari Bandara Sentani, Kabupeten Jayapura. Rencananya pesawat  hendak terbang ke Distrik Mamit di Kabupaten Tolikara. 

Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan sempat terdengar bunyi ledakan di udara sebelum akhirnya pesawat jatuh di Danau Sentani tepatnya di antara Kampung Yoboi dan Putali, Kabupaten Jayapura

Informasi pesawat meledak ini disampaikan Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Wally. 

Sefanya Wally mengaku, sebelum jatuh sejumlah masyarakat Kampung Yoboi sempat menyaksikan pesawat naas tersebut meledak di udara. Sesaat kemudian jatuh dan kembali meledak di atas permukaan air hingga akhirnya tenggelam.

“Itu kejadiannya masih pagi sekira pukul 6 dan kami dari kampung ini sempat melihat pesawat ini meledak di udara,” ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos di lokasi kejadian, Selasa (11/5).

Lanjut Sefaanya, setelah kejadian itu tiga roda pesawat dan sejumlah barang yang diduga ikut dibawa pesawat naas itu mengapung di atas permukaan air.

Warga yang datang dengan speedboat juga menemukan beberapa serpihan sayap, spons tempat duduk, kartu panduan keselamatan penerbangan dan lainnya. Sedangkan badan Pesawat tak nampak. Diperkirakan pesawat tenggelam ke dasar danau. 

Beberapa jenis  barang, seperti kelambu, pembalut wanita dan tabung elpiji terlihat mengapung di permukaan danau. Diduga barang barang tersebut tercecer sesaat setelah pesawat tenggelam.

Sementara itu, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso saat jumpa pers di Kantor SAR Jayapura, Selasa (12/5), menjelaskan,  pesawat nahas itu diketahui dipiloti Capt. Joyce Lin (40), seorang warga negara Amerika keturunan China. 

Dia berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kedalaman sekitar 12 meter dalam posisi duduk di kursi menggunakan seat belt.

“Pilot sudah dievakuasi oleh penyelam. Saat ditemukan,  jenazah pilot  masih menggunakan seat belt di kedalaman 12 meter. Penyelam kita  langsung mengambil sangkur dan memotong seat belt untuk mengeluarkan pilot dari pesawat,’’ jelas Danlanud Silas Tri Bowo.

Menurutnya, pilot tersebut tercatat sebagai  pilot baru yang beroperasi di wilayah Papua. Karena yang bersangkutan baru menginjakkan kaki di tanah Papua pada 8 November 2019 lalu.

Mengenai badan pesawat, Tri Bowo menyebutkan masih berada di dasar danau dan belum bisa dievakuasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Orang Klas 1 Jayapura, Zainul Tahar mengatakan, guna memastikan penyebab jatuhnya pesawat tersebut akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut yang akan dilakukan  oleh pihak KNKT.

“Pesawat dilengkapi black box, voice recorder, yang bisa menjadi petunjuk penyebab jatuhnya pesawat. Namun nanti  akan diselidiki oleh KNKT,’’tambahnya.

Dari hasil informasi yang dihimpun media ini, pesawat nahas tersebut take off dari Bandara Sentani hendak menuju ke Kampung Mamit Distrik Kembu Kabupaten Tolikara  membawa bahan makanan dan obat-obatan untuk masyarakat di sana. 

Pesawat mulai lepas landas sekira Pukul 06.27 WIT. Sesaat kemudian sekira Pukul  06.29 Pesawat lost contak dan akhirnya dikabarkan jatuh di perairan Danau Sentani. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menjelaskan informasi awal terjadinya kecelakaan tersebut dan masih menunggu hasil investigasi lanjut dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

Menurut informasi yang dia dapat, pesawat Cessna milik MAF dengan nomor registrasi PK-MEC dinyatakan jatuh kemarin pagi pukul 06.29 WIT di Danau Sentani, Papua. 

“Berdasarkan informasi awal, sesaat setelah take-off dari Bandara Sentani pukul 06.27 WIT, pesawat menyatakan “Mayday” dan meminta Return to Base (RTB) dan kemudian hilang pada monitor radar pada ketinggian 900 feet,”  ucapnya kemarin.

Saat mengalami kecelakaan, pesawat tersebut melayani penerbangan tidak berjadwal dengan rute penerbangan Sentani (WAJJ) – Tolikara (WAVS) dan membawa muatan kargo. 

Pesawat tersebut diawaki oleh Capt. Joyce Lin, pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat. Saat ditemukan tim SAR pada 08.31 WIT, Joyce sudah meninggal dunia.  

Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke, melakukan koordinasi intensif dengan KNKT. “Kami juga berharap, agar seluruh operator penerbangan tetap memastikan kesiapan pelayanan angkutan udaranya, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”  ujar Novie.  

“Angkasa Pura I prihatin atas terjadinya kecelakaan ini. Secara keseluruhan, kejadian ini tidak menggangu operasional penerbangan di Bandara Sentani,” jelas General Manager Bandara Sentani, Antonius Widyo Praptono. 

Dia menegaskan bahwa pesawat ini jatuh tak lama setelah take off. Hanya sekira 2 menit setelah meluncur dari landasan. 

Untuk kondisi pesawat ataupun penyebab kecelakaan lainnya, Widyo enggan menjelaskan lebih lanjut. Menurutnya hasil akan diinvestigasi oleh KNKT. (roy/lyn/nat)