158 Rumah Terbakar, 340 KK Kehilangan Tempat Tinggal, Kerugian Ditaksir Rp 20 M

JAYAPURA– Bidang Labfor Polda Papua, Inafis dan Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) di  lokasi kebakaran yang menghanguskan sebanyak 158 unit rumah di Kampung Tengah, Dok IX Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara  Senin (19/10) malam.

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP. Komang Yustrio Wirahadi Kusuma menyampaikan, dari hasil olah TKP yang dilakukan selama 3 jam di lapangan serta keterangan dari berbagai saksi, tim menemukan sumber api berasal dari salah satu rumah warga yang diduga penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

“Percikan awal dari korsleting instalasi listrik, bisa dimungkinkan karena kelebihan beban,” ucap Wirahadi Kusuma kepada Cenderawasih Pos, Selasa (20/10).

Selama tiga jam melakukan olah TKP, tim mengamankan barang bukti berupa kabel dan instalasi listrik. Termasuk meminta keterangan dua orang saksi di lapangan. Dari hasil olah TKP, akan dibuat laporan untuk proses lidik lebih lanjut. Apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan untuk bisa ditingkatkan ke penyidikan.

“Akan ada penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian dalam kebakaran ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan selama dilaksanakannya olah TKP, warga harus mendukung dan tidak menghambat pelaksanannya.

“Selama masih terpasang police line, warga diharapkan tidak memasuki areal TKP kebakaran. Karena bisa berbahaya dan untuk penyelidikan kepolisian,” terangnya.

Kapolresta Gustav Urbinas juga meminta agar tidak ada hoax yang disebar dari musibah kebakaran yang menghanguskan seratusan rumah warga yang terbakar pada Senin (19/10) malam. Namun bagaimana untuk saling menguatkan.

“Oknum yang menghambat penanganan kasus kebakaran akan saya ambil langkah tegas penegakan hukum,” tegasnya.

Adapun kerugian akibat musibah kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 20 miliar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal membenarkan adanya olah TKP yang dilakukan Bid Labfor Polda Papua bersama Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota. 

“Dari hasil pendataan Dinas Sosial didampingi Kepolisian, diperoleh jumlah rumah yang terbakar sebanyak 158 unit rumah yang terdiri dari 340 KK, di 3 RT dan 2 RW dengan jumlah penduduk sebanyak 728 jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, H. Irawadi mengatakan, pihaknya masih meklakukan pendataan terkait musibah kebakaran di Dok IX.

“Ketua RT/RW setempat masih melakukan pendataan . Kami masih tunggu dan tetap kita pantau supaya data yang diberikan akurat. Karena ini juga sebagai bahan dari Pemkot jika nanti dibutuhkan saat diberikan bantuan,” jelasnya.

Untuk penanganan korban kebakaran ini telah disiapkan posko induk baik di halaman kantor Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua dan Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Provinsi Papua.

Melalui posko ini, para korban kebakaran mendapat pelayanan makan dan minum termasuk penyediaan air bersih serta pelayanan kesehatan. “Ini ditangani langsung bersama BPBD Kota Jayapura,” ujarnya.

Terkait penyaluran bantuan dari masyarakat melalui komunitas atau paguyuban termasuk dari BUMN, BUMD dan instansi lain, menurut Irawadi bisa diserahkan langsung ke posko induk korban musibah kebakaran yang ditangani Dinas Sosial Kota Jayapura sesuai petunjuk Wali Kota Jayapura.

“Ini agar penyaluran dan penerimaannya bisa lebih terarah dan tidak ada posko-posko yang dibuat langsung masyarakat,” tandasnya.

Irawadi menambahkan ada tiga  bangunan gedung yang dipakai untuk menampung 800-an jiwa korban  kebakaran. “Dua gedung di Dinas Pendidikan dan satu gedung di Dinas Sosial. Dari tiga gedung ini seluruh korban ditampung menjadi satu dengan tidak melihat batasan umur,” katanya, 

Irawadi menyampaikan bahwa pihaknya mulai mewanti agar para pengungsi juga tertib. Meski dalam situasi sulit harus tetap patuh dengan protokol kesehatan.  “Makanya kami bagikan masker juga. Kami tak ingin  muncul klaster pandemi,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait ST. M.Si menambahkan sejak terjadinya kebakaran, pihaknya mengambil inisiatif agar bagaimana lokasi parkir dan aula Kantor DPPAD Papua dapat menampung kenderaan, barang dan juga masyarakat yang menjadi korban kebakaran tersebut.

“Sehubungan dengan kebakaran yang terjadi di Dok IX dan musibah ini cukup besar yang mengakibatkan masyarakat kehilangan rumah dan harta benda. Kami Dinas Pendidikan sangat dekat dengan pemukiman itu, sejak musibah ini terjadi Senin malam hingga pagi Selasa pagi, semua staf di kantor sudah berusaha membantu masyaramat. Karena musibah itu, kami membuka halaman parkir untuk harta benda dan juga  membuka tiga ruangan besar untuk masyarakat,” jelasnya.

Ruangan yang dibuka yaitu aula dan ruang pertemuan. Dimana ruangan tersebut dapat membantu kurang lebih 445 orang. Selain itu pihaknya juga berusaha membantu perlengkapan tidur, air bersih dan bahan makanan.

“Saya juga sudah minta kepada seluruh staf agar memberikan dukungan apa saja yang bisa dibantu kepada masyarakat,”bebernya.

Sohilait menegaskan bahwa DPPAD Papua berkomitmen memberikan bantuan yang dapat dilakukan dan diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban. Ia juga mengapresiasi seluruh stafnya  yang dapat membantu masyarakat.

Selain itu Dharma Wanita DPPAD Papua juga telah membuka posko  dan memberikan bantuan baik pakaian layak pakai dan lainnya.

“Intinya kami terbuka dan memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang terkena musibah dan mari bersama-sama juga kita menjaga aset kantor sehingga pelayanan pendidikan juga dapat berjalan bail, sekali lagi saya berbelasungkawa atas musibah ini dan saya yakin kita pasti dapat melaluinya bersama-sama,” pungkasnya.

Secara terpisah, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., meminta ketua RT/RW yang wilayah warganya terbakar agar dapat melakukan pendataan dengan baik.

“Jika ada dokumen penting yang terbakar bisa didata dengan lengkap, sehingga nantinya bisa diurus jadi satu. Kemudian diserahkan ke Dukcapil untuk kepengurusan Adminduk, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura untuk masalah ijazah, supaya tidak ada warga  yang urus satu-satu,” tuturnya.

Terkait hal ini Wali Kota Tomi Mano memerintahkan dinas terkait untuk turun ke lapangan membantu ketua RT/RW agar proses pembuatan dokumen atau ijazah bisa lebih cepat.

Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo meminta warga di Kota Jayapura untuk cerdas menyikapi informasi terkait musibah kebakaran yang terjadi Dok IX Jayapura. Pasalnya ia melihat ada sejumlah informasi foto yang disebar melalui media sosial menggambarkan tentang korban tewas akibat terbakar. Ada beberapa foto yang beredar dan karena hanya selang  beberapa jam dari waktu kejadian akhirnya tak sedikit warga yang mempercayai bahwa foto yang menggambarkan anak dan ayahnya ini adalah betul korban kebakaran di Dok IX.

“Saya juga melihat ada foto itu ternyata bukan di Jayapura ataupun Papua, itu di luar Papua jadi masyarakat juga jangan termakan informasi hoax,” kata Abisai Rollo saat mengunjungi lokasi penampungan korban di kantor DPPAD Provinsi Papua, Selasa (20/10).

Hal ini juga dibenarkan Paur Humas Polres Jayapura Kota, AKP Jahja Rumra yang menyatakan foto – foto korban kebakaran yang beredar adalah hoax.

“Tidak betul itu, tidak ada korban jiwa apalagi yang sampai terbakar  seperti itu, itu di luar Papua kejadiannya,” jelasnya. Disini Abisai Rollo juga meminta masyarakat lebih bersabar sebab yang namanya musibah tentu tak ada yang tahu kapan akan terjadi. DPR Kota sendiri lanjutnya akan ikut membahas soal kebakaran ini termasuk melakukan evaluasi.  Abisai Rollo dalam kesempatan tersebut ikut memberikan bantuan sembako dan ia menyampaikan jika masih ada yang kurang maka ia siap membantu.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Irawadi menyampaikan bahwa saat ini ada tiga  bangunan gedung yang dipakai untuk menampung 800 an jiwa korban dari kebakaran. Dua gedung di Dinas P dan P dan satu gedung di Dinas Sosial. Dari tiga gedung ini seluruh korban ditampung menjadi satu dengan tidak melihat batasan umur. Nah Irawadi menyampaikan bahwa pihaknya mulai mewanti agar para pengungsi juga tertib. Meski dalam situasi sulit harus tetap patuh dengan protokol kesehatan.

“Makanya kami bagikan masker juga. Kami tak ingin  muncul klaster pandemi,” tambahnya. Terkait jumlah korban dikatakan data malam kejadian ada 728 jiwa namun tadi siang kemarin ada penambahan sehingga diprediksi berjumlah 800 jiwa. “Saat ini ditargetkan penggunaan camp pengungsi hanya 1 minggu namun kami akan dilihat ke depan seperti apa,” imbuhnya. (fia/dil/ade/gin/nat)