Salah satu staf Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura sedang mengatur buku di ruang perpustakaan, Rabu (13/3).( FOTO : Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sejak Tahun 2017 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura resmi memiliki perpustakaan umum. Namun sampai saat ini, keberadaan perpustakaan tersebut masih sepi pengunjung.

Menurut Magdalena, selaku Kepala Seksi Pengembangan dan  Pengelolaan,  Pelestarian Bahan Pustaka, Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura, kurangnya kunjungan ke perpustakaan itu karena sebagian besar masyarakat belum mengetahui keberadaan perpustakaan daerah di Kabupaten Jayapura itu.

“Memang ada kunjungan tapi tidak seberapa, biasanya mahasiswa juga sering ke sini dan juga masyarakat umum,” katanya saat ditemui di Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura, Rabu (13/3).

Dia menyebutkan letak perpustakaan yang tidak strategis menjadi penyebab minimnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan itu.

Saat ini, pihaknya masih  berupaya memindahkan lokasi perpustakaan ke tempat yang lebih strategis.

“Perpustakaan ini memang belum strategis dan juga belum banyak yang tahu,” katanya.

Saat ini, perpustakaan itu sudah mengoleksi lebih dari 12.000 buku. Ke depan, pihaknya tetap menambah koleksi buku dan judul buku di perpustakaan itu sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan juga kalangan pelajar untuk mendatangi Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura itu.

“Saat ini kami buka disesuaikan hari kerja dan jam kerja,” tandasnya.

Dia mengaku, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kehadiran perpustakaan itu agar dikenal oleh masyarakat umum. Dia juga berharap kepada seluruh mahasiswa ataupun kaum akademisi yang membutuhkan buku bisa mendatangi Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura.”Kami juga melayani peminjaman, yang penting jaminannya harus KTP asli,”pungkasnya.(roy/tho)