Pjs Sekda, Dorek Wakerkwa didampingi Kasubdit Bidang Penumbuhan Kewirausahaan Kemenkopolhukam, Triyanto S.Sos, Wakil Wali Kota Jayapura,  Ir H Rustan Saru MM, Kadisperindagkop UMKM Tenaga Kerja Papua, Ir Omah Laduani dan Ketua Yayasan Papua Muda Inspiratif, DR Rini Modouw memukul tifa tanpa pembukaan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas di Swisbell Jayapura, Senin (12/10). (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Sebanyak 160 wirausahawa muda baik yang baru belajar maupun yang sudah jalan selama ini mendapatkan pembekalan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM UKMK yang digelar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Dinas Perindagkop Provinsi Papua dan Yayasan Papua Muda Inspiratif.

 Pembukaan pelatihan tersebut  dihadiri , Pjs Sekda, Dorek Wakerkwa, Kasubdit Bidang Penumbuhan Kewirausahaan Kemenkopolhukam, Triyanto S.Sos, Wakil Wali Kota Jayapura,  Ir H Rustan Saru MM, Kadisperindagkop UMKM Tenaga Kerja Papua, Ir Omah Laduani dan Ketua Yayasan Papua Muda Inspiratif, DR Rini Modouw. Disini Doren menceritakan bahwa dahulu orang Papua kalau kuliah di luar Papua sering merasa minder. Namun lama – lama memahami dan bisa bersaing. Ini membuktikan bahwa siapapun bisa asal mau menjalankan dengan tekun.

 “Usaha apapun yang dilakukan saya pikir kita sudah sejajar, tinggal siapa yang mau jadi harus serius,” jelas Doren.  Ia menyampaikan bahwa cukup orang lain paham soal dunia politik, dunia sosial namun soal UKM maupun ekonomi anak – anak Papua juga jangan tertinggal. Triyanto S.Sos, mengatakan pembekalan ini untuk mendukung program percepatan pembangunan ekonomi nasional dengan harapan teman – teman di Papua juga bisa eksis di tengah pandemi covid 19. 

 “Kami berupaya melakukan pelatihan  secara virtual  dan ada sejumlah kelas pembelajaran termasuk modul.  Semua untuk menumbuhkan kemandirian. Potensi lokal harus menjadi peluang usaha dan hasilnya kami berharap UMKM mampu beradaptasi dengan situasi pandemi dan go digital, meningkatkan rasio wirausaha dari 3,47 menjadi 3,64 dan mampu mengurangi pengangguran,” bebernya. 

 Sementara Ketua Yayasan Papua Muda Inspiratif, Rin Modouw memberi motivasi bahwa untuk bangkit sejatinya bukan dari siapa – siapa melainkan dari anak Papua sendiri. Ia mengangkat filosofi emas  dimana semua anak Papua adalah emas namun emas itu  harus digali, dicari dan pakai peta dan lainnya. “Kita harus merasa kita emas dan bagaimana menjadi emas. Seua harus optimis dan tidak mudah menyerah sebab saya yakit 5-10 tahun ke depan anak – anak muda Papua bisa bangkit dan menjadi emas sesungguhnya,” beber Rini. 

 Ini dikatakan menjadi peluang dan sebaiknya jangan disia-siakan, apapun usahanya apakah souvenir, kuliner, cafe, sektor perikanan dan lainnya sebab langkah serupa akan dilakukan pada 7 wilayah adat. “Kemarin kami dari Manokwari dan ini akan menyebar ke 7 wilayah adat sehingga untuk Jayapura, Keerom dan lainnya harus  mau memanfaatkan peluang ini,” pungkasnya. (ade/wen)