Binmas Noken Polri saat mengajarkan wawasan kebangsaan kepada anak-anak di Pelabuhan Sungai Logpond Kabupaten Yahukimo, Sabtu (15/6).( FOTO : Satgas Nemangkawi for Cepos)

JAYAPURA- Mendengar kata belajar banyak dari kita yang tertuju pada proses pembelajaran di ruang kelas. Sebagian lagi ada yang mengidentikkan belajar adalah proses membaca buku, menulis materi atau mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah.

Padahal kalau diamati lebih dalam, belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Tidak hanya dilakukan oleh seorang guru yang berprofesi sebagai guru dan tidak perlu dilakukan saat mengenakan seragam sekolah.

Seperti yang dilakukan Satgas Bimbingan  Masyarakat (Binmas) Noken Polri, membuka mata semua orang bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan dari siapa saja.

Seperti yang dilakukan personel Binmas Noken Polri, Polres Yahukimo mengajarkan wawasan kebangsaan kepada anak-anak di Pelabuhan Sungai Logpond Kabupaten Yahukimo, Sabtu (15/6).

Dalam kegiatan tersebut, personel Binmas Noken Polri mengajarkan wawasan kebangsaan, pengenalan keanekaragaman budaya di Indonesia dan bernyanyi lagu-lagu kebangsaan nasional Indonesia dengan maksud untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak sangat antusias saat personel Binmas Noken Polri memberikan materi. Bahkan disela-sela proses belajar mengajar anak-anak dan Polisi bernyanyi bersama-sama.

Kasatgas Binmas Noken  Polri, Kombes Pol Eko Sudarto mengatakan kegiatan Polisi Pi Ajar digagas sejak lama, dimana Polisi Pi Ajar memberikan metode pelajaran yang berbeda kepada anak-anak.

“Melalui Polisi Pi Ajar kami ingin mengenalkan Indonesia kepada anak-anak. Sehingga mereka mengetahui lambang negara, lagu-lagu nasioanal dan yang terpenting mereka bisa cerdas,” ucap Eko, Senin (17/6)

Dikatakan, Binmas Noken Polri akan selalu mendekatkan diri dengan masyarakat terutama anak-anak melalui program-program yang dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat Papua.

“Kami ingin semua anak indonesia termasuk Papua itu cerdas dan dapat mengenal Indonesia lebih luas,” pungkasnya. (fia/nat)