ARAHAN:  Tim SAR Biak diberikan pengarahan ketika akan melakukan pencairan orang yang dilaporkan hilang di wilayah perairan Numfor – Supiori, Senin (10/6). ( FOTO : Fiktor Palembangan/Cepos)

Di Nabire, Long Boat Terbalik, 5 Orang Hilang

BIAK-Sebuah perahu yang membawa 9 orang penumpang di Numfor, Kabupaten Biak Numfor  dengan tujuan Supiori Barat, Kabupaten Supiori dilaporkan hilang sejak tanggal 8 Juni 2019 lalu.

 Perahu yang menggunakan mesin 25 PK berangkat dari Kampung Bawe, Distrik Numfor Timur sekira pukul 10.00 WIT dengan tujuan Kampung Amyas. 

Jarak dari Numfor Timur ke Supiori Barat tepatnya di Kampung Amyas idealnya rata-rata ditempuh selama 4 jam. Namun perahu tersebut belum tiba dan baru dilaporkan ke tim Unit SAR Supiori. Hingga berita ini diturunkan, kesembilan orang yang dilaporkan hilang itu belum ditemukan. 

           Kepala Kantor SAR Biak Melkianus Kotta, S.Sos mengatakan tim yang diturunkan masih melakukan pencarian. Dalam melakukan pencarian tim SAR juga dibantu oleh polisi dan masyarakat khususnya keluarga korban. 

“Tim kami masih terus melakukan pencairan dan saat ini tim kami sementara bermalam di Pulau Numfor. Besok pagi (hari ini, Red) kembali akan melakukan pencarian,” ungkap Melkianus yang dikonfirmasi, Senin (10/6) malam.  

              Menurutnya, sejak dilaporkan, pihaknya langsung menurunkan dua tim. Masing-masing satu tim dari Unit Siaga SAR Supiori dengan  tim Ops.SAR Biak. Pencarian itu melibatkan langsung KN.SAR Wibisana, Resquer D-Max Carrier dan Rubber Boat.

                “Dalam melakukan pencarian kami melibatkan unsur gabungan rescuer kantor SAR Biak, anggota Polair Polres Supiori, anggota TNI AL Biak, resquers Unit Siaga Supiori. Kami juga melibatkananggota RAPI Biak dan keluarga korban,”  tandasnya.

                “Kami juga menghmbau masyarakat yang akan melaut atau menggunakan sarana trasportasi laut supaya hati-hati, sebab informasi yang kami terima dari BMKG Biak bahwa cuaca dalam lima hari kedepan  agak buruk, terjadi gelombang tinggi,” sambungnya.

Sementara itu, di Kabupaten Nabire, sebuah long boat bermesin 40 PK juga dilaporkan hilang. Diduga long boat yang membawa 11 penumpang itu menghantam kayu lalu terbalik di Sungai Waronai, Nabire. Akibat kejadian itu, 5 orang dari 11 penumpang itu masih dinyatakan hilang dan tim SAR yang diturunkan masih terus melakukan pencairan. 

Kepala Kantor SAR Biak Melkianus Kotta, S.Sos saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengaku pihaknya masih terus melakukan pencairan di lokasi dimana long boat itu terbalik. 

“Memang di tempat kejadian itu cukup jauh dari Nabire, jaraknya sekitar 70 Km. Jadi memang untuk komunikasi ke tim yang turun ke lapangan agak susah, dan sampai saat ini belum ada laporan dari tim di lapangan. Jadi untuk ke sana, memang tim harus masuk melalui muara sungai,” jelasnya. 

Menurutnya, long boat 40 PK dengan 11 orang penumpang ini berangkat dari Nabire dengan tujuan tujuan Kampung Keuw Distrik Wapoga,Kabupaten  Nabire. Long boat tersebut diperkirakan terbalik Sabtu (8/6) sekira pukul 07.00 WIT.

     “Operasi yang kami lakukan saat ini melibatkan langsung sejumlah unsur, yakni SAR gabungan dari Resquer Pos SAR Nabire, Polair Polres Nabire dan perangkat desa serta masyarakat setempat. Dari laporan terakhir yang kami dapatkan tadi siang (kemarin red), belum ada perkembangan baru,” kata Melkianus Kotta. 

Dijelaskan, penumpang sebanyak 11 orang yang ada di long boat saat kecelakaan terjadi, 6 orang di antaranya mampu menyelamatkan diri ke kampung yang ada di sekitar. Sementara  5 penumpang lainnya dilaporkan  hilang dan hingga saat ini belum ditemukan. 

“Pencairan masih terus dilakukan hingga dengan batas waktu operasi. Kami juga mengimbau masyarakat ikut membantu jika mendapatkan informasi terkait dengan kejadian ini. Mudah-mudahan korban yang hilang ini secepatnya ditemukan dan kami akan berupaya melakukan pencarian,” tandasnya. (itb/nat)