Mobil water canon dan mobil pemadam kebakaran Kota Jayapura saat berusaha memadamkan api di kantor Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua di Dok IX  Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Senin (19/10) malam. ( FOTO: Elfira/Cepos)

Dua Orang Terluka

JAYAPURA-Sekitar seratusan rumah warga yang berlokasi di depan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua di Dok IX, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara dilahap sijago merah, Senin (19/10) sekira pukul 18:30 WIT.

Kepala Satpol PP Kota Jayapura Kompol Mukhsin mengatakan, api dengan mudahnya menjalar dan merembet ke tempat lain lantaran rumah penduduk setempat terbuat dari kayu serta saling berdempetan.

“Selain rumah yang terbuat dari kayu dan berdempetan, akses jalan ke bawah sangat sempit. Sehingga kendaraan kami tidak bisa masuk lokasi,” ucap Mukhsin kepada Cenderawasih Pos yang ditemui di lokasi kebakaran.

Dikatakan, kendala pemadam kebakaran memadamkan api lantaran akses jalan raya yang ramai dengan kerumunan warga mengakibatkan kendaraan penyuplai dan penyemprot sulit bergerak untuk mencari air memadamkan api.

“Ada 30 unit kendaraan diturunkan untuk memadamkan api. Ada Damkar, mobil penyuplai, penyemprot, mobil tangki warga hingga water canon milik Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota,” terangnya.

Terkait sumber api, Mukhsin mengatakan dugaan sementara sebagaimana informasi dari warga yakni sebelumnya ada yang menggoreng telur. Sehingga diduga kompor meledak. “Untuk korban kebakaran sementara mengungsi di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua,” tuturnya.  

Sementara itu, Kapolsek Jayapura Utara Iptu Handry  Bawilling mengatakan sebanyak 100 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri serta Satpol PP diturunkan di lokasi kebakaran untuk membantu mengevakuasi, memadamkan api dan mengatur lalulintas.

“Untuk penyebab kebakaran kami belum bisa pastikan. Hasilnya bisa diketahui setelah dilakukan olah TKP oleh anggota di lapangan,” terangnya.

Kapolsek juga menyebut dua orang anak terluka akibat kebakaran tersebut dan sedang mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, salah seorang warga korban kebakaran yang enggan menyebutkan namanya menerangkan, kebakaran yang terjadi sekira pukul 18:30 WIT itu bermula ada bau kabel yang terbakar.

“Saat saya ke jalan raya untuk membeli rokok, saya mencium bau kabel dan melihat ada api menyala kecil. Lalu saya teriak kebakaran dan orang setempat hanya menurunkan sekring listrik tanpa menyiramnya dengan air,” terangnya.

Lanjutnya, tak lama kemudian, api tersebut membesar hingga warga berteriak kebakaran-kebakaran. 

“Sebagian barang saya berhasil selamatkan, namun sebagian barang lainnya tidak bisa saya selamatkan termasuk ijazah saya sendiri,” ucap pemuda yang sudah 15 tahun tinggal di Dok IX itu.

Pantauan Cenderawasih di lapangan, banyaknya lalu lalang orang-orang yang mengabadikan gambar serta menjadi penonton membuat mobil pemadam kebakaran sulit bergerak. (fia/nat)