Tampak baliho ucapan selamat Idulfitri dari partai PKB. Pada baliho itu terdapat foto Wabup Giri Wijayantoro yang masih tercatat sebagai kader Partai Nasdem. Foto ini diambil, Selasa (18/5). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

Bupati: Itu Pilihan Setiap Orang, Terserah Saja 

SENTANI-Sosok Giri Wijayantoro belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik di Kabupaten Jayapura. Bagaimana tidak, di masa akhir jabatanya sebagai Wakil Bupati Jayapura periode 2017-2022 mendampingi Bupati Mathius Awoitauw, SE, M.Si,  dia malah membelot dari partai Nasdem dan masuk menjadi pengurus partai PKB yang kini  diketuai oleh Wakil Ketua I DPRD Jayapura, Muhammad Amin. 

Langkah Wabup Giri ini jelas bikin heboh, publik berspekulasi dan bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik aksinya itu. Apalagi Giri yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Jayapura itu masih tercatat sebagai kader partai Nasdem hingga saat ini. Setelah bergabung dengan partai PKB, Giri mulai tancap gas, ratusan baliho ucapan selamatan Hari Raya Idulfitri yang mengatasnamakan keluarga besar pengurus Partai PKB Kabupaten Jayapura berseliweran sampai daerah pelosok, termasuk di wilayah pembangunan IV seperti Yapsi dan Kaureh. Salah satu baliho yang sempat diabadikan media ini terdapat di depan kediaman Wabup Giri Wijayantoro. Tampak pada baliho itu, gambar Cak Imin Ketua Umum PKB, kemudian Wabup Giri berdampingan dengan H. Muhammad Amin selaku Ketua PKB Kabupaten Jayapura. 

Pada baliho itu bertuliskan, keluarga besar PKB Kabupaten Jayapura mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1442 H. Minal aidzin wal faidjin. Rubah gerakan, buka pintu maaf, tutup pintu rumah (covid-19). Begitu isi dari tulisan pada baliho tersebut. 

Sehubungan dengan itu, Bupati Mathius Awoitauw, SE, M.Si  selaku Ketua DPW Partai Nasdem Papua yang juga sebagai Bupati Jayapura hanya menanggapi hal itu dengan santai. Menurutnya, langkah yang diambil Wabup Giri itu merupakan hak pribadinya dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap internal partai. 

“Itu pilihan setiap orang. Tidak masalah, terserah saja. Kalau dia mau bergabung dengan partai lain, kan pilihan dari masing-masing orang,”kata Bupati Awoitauw saat dikonfirmasi media ini. 

Dia mengakui, posisi Giri saat ini masih menjabat wakil bupati yang diusung Partai NasDem dan akan berakhir pada Desember 2022 mendatang.  Ditanya apakah langkah Wabup Giri itu masuk dalam kategori pelanggaran AD/ART partai. Mathius tidak menjelaskan secara detail aturan AD/ART Partai Nasdem, namun menurutnya, sejauh ini yang sudah diatur di internal partai itu, baru sanksi bagi anggota DPRD yang melanggar kode etik, maka langsung di PAW. 

“Tapi kalau kepala daerah belum ada aturan yang dianggap sebagai pelanggaran itu. Tapi pelanggaran etika, iya. Karena masih sebagai kader,” ujarnya. 

Dia mengakui, sebelumnya Wabup Giri mundur dari jabatan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jayapura. Kala itu, Giri pamit dengan alasan agar lebih fokus untuk mengurus keluarga.  Lebih lanjut, Bupati Mathius menyebut tidak memberikan sanksi kepada Wabup Giri. Karena menurutnya, itu merupakan hak setiap orang. 

“Itukan hanya pelanggaran etika, berarti tergantung pribadi setiap orang saja. Bagaimana dia melihat perilaku, sikap,” bebernya. 

Diakuinya, pilihan Wabup Giri membelot ke partai lain itu sebenarnya sudah diendus Bupati Mathius sejak setahun belakangan ini. Hanya saja saat ini baru mulai muncul ke permukaan.  Langkah Wabup Giri yang membelot itu, menurut dia tidak ada pengaruhnya sama sekali dalam internal partai NasDem di Kabupaten Jayapura. 

“Malah sekarang Partai Nasdem semakin solid, komunikasi bagus, mereka tidak kaku lagi untuk membangun komunikasi, koordinasi di DPD Nasdem Kabupaten Jayapura itu tambah kencang,” tambahnya (roy/tho)