WAMENA-Detasemen TNI AU Wamena dalam Waktu dekat akan berubah menjadi Pangkalan Udara tipe C, sehingga Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI AU III melakukan perombakan struktural jabatan, dimana sebelumnya Detasemen TNI AU Wamena dijabat  Mayor Pnb Arief Sudjatmiko kepada Letkol Pnb Kholiq Yulianto.

  Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara III Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga mengakui jika Kepala Staf TNI AU sendiri telah   menaikkan status   Detasemen TNI AU Wamena menjadi Pangkalan Udara tipe C, artinya yang dikomandani oleh perwira yang berpangkat Letnan Kolonel (Letkol), namun memang belum diresmikan.

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara III Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga usai melakukan sertijab didampingi Mayor Pnb Arief Sudjatmiko dan Komandan Detasemen TNI AU Wamena Letkol Pnb Kholiq Yulianto di Wamena, Kamis (25/6) ( foto: Denny/ Cepos)

   “Rencananya akan diresmikan oleh kepala Staf TNI AU, namun karena kesibukan bisa saja peresmian dilakukan bersamaan dengan pangkalan udara yang lain, memang sudah akan dilaksanakan peresmian dari Detasemen menjadi Lanud dalam waktu yang tak terlalu lama lagi,” ungkapnya saat ditemui di Wamena, Kamis (25/6).

   Ia melihat kendala utama untuk wilayah Lapago adalah pendistribusian bahan -bahan pokok kemudian juga pergerakan manusia baik itu sipil dan TNI/Polri semua mengandalkan angkutan udara, sementara detasemen Wamena sendiri kemampuannya masih terbatas.

   “Kita sering terlibat dalam banyak hal, contoh di tahun -tahun lalu ada bencana kelaparan di Yahukimo, kalau kita tarik lagi ke belakang misalnya bencana gempa bumi di Palu beberapa waktu lalu itu tidak ada yang bisa masuk kesana kecuali TNI AU, sehingga komitmen ini akan terus kami lakukan khususnya di detasemen TNI AU Wamena yang baru saja melakukan pergantian jabatan,”bebernya

    Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga menambahkan  dalam keadaan dimana transportasi darat , laut menjadi kendala, maka yang menjadi andalah melalui jalur udara apalagi di Tanah Papua. Hal ini yang menjadi Konsen dari TNI AU, dalam kondisi normal saja untuk membantu distribusi pangan, logistik , personil pada daerah terpencil itu TNI AU rutin melakukannya terlebih lagi dalam kondisi ada kejadian luar biasa .

   “Saat ini terjadi pandemi Covid 19 ini dimana penerbangan sipil nyaris tak ada sehingga yang masih berfungsi untuk mendistribusi alat kesehatan seperti APD dan lain -lain dari penerbangan yang dilakukan angkatan udara, sehingga saya selaku panglima komando operasi TNI AU III memerintahkan kepada jajaran untuk membantu semaksimal mungkin penanganan dan bahaya covid 19 ini.”bebernya.

   Di tempat yang sama Pejabat Lama Detasemen TNI AU Wamena Mayor Pnb. Arief Sudjatmiko mengaku selama menjabat sebagai Komandan Detasemen TNI AU Wamena merupakan pengalaman yang paling berharga untuknya terutama pasca kerusuhan 23 september tahun lalu, 

  Tantangan terberat bertugas di Wamena adalah kondisi geografis, dan kemudian koordinasi dengan jaringan internet yang terbatas menjadi kesan tersendiri buatnya sehingga ia menilai  Wamena sangat menantang, 

  “Saya berpesan buat pejabat yang baru mungkin berkenan bisa melanjutkan apa yang sudah dijalankan disini kemudian peningkatan Detasemen menjadi Pangkalan UdaraTipe C itu membutuhkan pemikiran dan tenaga yang cukup besar,”tutupnya. (jo/tri)

.