JAYAPURA – Tim PSBS Biak berhasil memenangkan derby Papua dengan menundukkan Persewar Waropen dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan kompetisi Liga 2 wilayah timur di Stadion Cenderawasih Biak, Rabu (18/9).

Kekalahan ini merupakan kekalahan kedua Mutiara Bakau, julukan Persewar Waropen. Pada putaran pertama Persewar Waropen menyerah dengan skor 3-1.

Dengan hasil ini menempatkan PSBS Biak pada pada peringkat keenam dengan mengemas 20 poin, sementara Persewar Waropen berada satu tangga di bawahnya dengan koleksi 18 poin.

Asisten pelatih Persewar Waropen, Elie Aiboy mengatakan, konsentrasi pemainnya hilang akibat kepemimpinan wasit yang dinilai tidak becus dalam menjalankan tugasnya di babak pertama.

“Babak pertama kami kecewa dengan wasit, namun di babak kedua wasit sudah bagus, memimpin pertandingan dengan sportif, kami berharap ini harus dipertahankan jika ingin sepakbola Tanah Air ini maju. Karena selama ini kami selalu dikerjai oleh wasit, namun itulah warna sepak bola, tidak masalah,” ungkap Elie dalam konfrensi persnya usai pertandingan.

Mantan pemain andalan Timnas itu juga mengakui, jika kedua tim bermain sama baiknya. 

“Biak juga main bagus, dan dibabak kedua kami memang sempat menguasai pertandingan namun beberapa peluang yang kami miliki tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,”  ujarnya.

Elie Aiboy juga dipusingkan dengan absennya beberapa pemain kuncinya akibat skorsing. Namun ia tetap melihat itu bukan sebagai alasan untuk tidak menyiapkan tim dengan baik. Manurutnya, mereka tetap berusaha untuk maksimalkan materi pemain yang mereka miliki saat ini.

Sementara itu, sealah satu pemain Persewar Waropen, Bernadus Kasse juga mengatakan hal senada. Menurutnya, kepemimpinan wasit sangat merugikan timnya.

“Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit pada babak pertama, dan putaran kedua permainan berimbang namun kita kurang tenang dalam memanfaatkan peluang dengan baik,” tandasnya. (eri/tho)