Bakal Calon Bupati Merauke  Heribertus Silubun, SH didampingi  Ketua  Umum Sirfu Vincen  Dadom Kaize  dan Tokoh Pemuda  dari Kampung Waninggap Nanggo  Yulianus Basik- Basik   saat menggelar jumpa pers di Kantor DPC PDI-Perjuangan Merauke,  Rabu  (19/8) ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE– Bakal Calon Bupati Merauke yang didukung PDI Perjuangan dan PPP,  Heribertus  Silubun, SH  menilai   jika  bahwa  aksi demo  damai yang dilakukan oleh  sekelompok  masyarakat   ke KPU dan  DPRD Kabupaten Merauke  pada  Selasa  (18/8),  sudah   ditunggangi  atau ada pesan sponsor.

  “Saya   pikir ada pesan sponsor. Karena dalam demo kemarin itu bukan saya saja yang didemo  tapi  ada teman saya yang juga sebagai bakal calon bupati  secara terang-terangan  pakai marga Mahuze, neneknya juga Mahuze tapi kenapa dia  bisa didemo.  Apa yang dipersoalkan dalam demo ini. Makanya saya punya pandangan bahwa bisa saja ada pesan sponsor,’’  tandas Heribertus Silubun  sata menggelar jumpa pers di  Kantor DPC PDIP Kabupaten Merauke, Rabu (19/8).    

    Menurut  Heribertus Silubun, adanya pesan sponsor tersebut  dapat terbaca  dari siaran langsung  lewat media sosial dimana namanya disebut-sebut. ‘’Mereka pakai  bahasa Marind dan  itu sangat  ampak disitu. Karena bahasa menggambarkan  orang. Sementara  dukungan saya ini  mulai dari Kali Bian, Kali Kumbe, sampai Kali Maro. Dukungannya sangat  jelas.  Beberapa fakta saya bisa  tunjukan proses ritual adat ketika saya dipangil ke ke Boha  dan dukungan  itu nyata dan  sudah ada  tua-tua adat yang akan  hadir saat kami   melakukan  deklarasi nanti,’’ tandasnya.   

   Ditambahkan bahwa dukungan   dari  masyarakat Marind tersebut  sudah lama, sehingga  ia menilai  bahwa aksi demo  penolakan  dirinya  tersebut  tidak mewakili seluruh orang Marind. ‘’Faktanya kita lihat bahwa hanya satu kelompok yang kemudian   bisa saja  punya dukungan kepada kandidat yang  lain. Kami tidak mau  sesumbar bahwa dukungan itu sangat kuat. Saya pikir proses ini akan membuktikan betapa besar dukungan   suku Marind  kepada saya,’’  tandasnya.

   Di tempat sama, Ketua  Umum Sirfu Vincen  Dadom Kaize  yang memberikan  marga Takafanem Kaize kepada Heribertus  Silubun  mengungkapkan bahwa marga yang disandang    Herisilubun   tersebut sah sebagai anak adat. Karena   proses  pemberian  marga tersebut  sudah  dilakukan ritual adat  4 golongan  adat yang dihadiri sekitar  700 orang.

   Vincen Dadom  Kaize menolak  klaim  kelompok Suku   Marind  menolak   Heribertus  Silubun  maju  sebagai  calon bupati   Merauke. ‘’Klaim itu   tidak bisa mewakili  seluruh  orang Marind,’’ katanya.

  Vincen mengaku,  pemberian   marga ke Heribertus  Silubun  karena tete  dari yang  bersangkutan sudah berbuat  banyak bagi masyarakat Marind dalam bidang  pendidikan. ‘’Dia sudah memajukan kami   dalam bidang pendidikan,’’ katanya.

   Diapun memberi alasan  mengapa mengusung  Heribertus  Silubun sebagai   calon bupati  Merauke.   Sebab, menurut   dia, 3 bupati orang asli   Marind   yakni  Drs Johanes Gluba Gebze,  Romanus Mbaraka  dan  Frederikus Gebze  namun  tidak  memberi banyak  perubahan.  “Mungkin  dengan  anak kami ini  (Heribertus Silubun)  bisa memberikan perubahan  kepada kami,” tandasnya. (ulo/tri)