Prajurit  Satgas Pamtas  RI-PNG ,    Yonif  Mekanis 516/Caraka Yodha dan Yonif 125/Simbisa   saat menerima  pembekalan  dalam rangka pelaksnaaan tugas  di Aula Aula L.B Moerdani Makorem 174/ATW, Distrik Tanah Miring, Merauke  Sabtu (13/6) ( FOTO: Sulo/Cepos ) 

MERAUKE–  Untuk mempermantap pelaksanaan  tugas sebagai Satuan  Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG,    Yonif  Mekanis 516/Caraka Yodha dan Yonif 125/Simbisa  menerima  pembekalan  dari Kolakops Korem 174/ATW di Aula L.B Moerdani Makorem 174/ATW, Distrik Tanah Miring, Merauke  Sabtu (13/6).

   Pembekalan yang diberikan berupa geografi, demografi dan kondisi sosial masyarakat yang ada di wilayah perbatasan RI-PNG oleh Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko melalui Kasi Teritorial Kolonel Inf. Feksi Demunri Angi. 

   Danrem Bangun Nawoko menegaskan dalam pelaksanaan tugas harus selalu waspada, laksanakan patroli keamanan maupun patroli  dengan melakukan pemeriksaan patok batas di sektor tanggungjawab masing-masing serta ciptakan stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan. 

   Karena wilayah perbatasan merupakan garis terdepan yang memiliki nilai strategis terhadap aspek pertahanan dan keamanan serta kedaulatan suatu negara. Sesuai dengan undang – undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, bahwa wilayah perbatasan memiliki kerawanan yang harus diwaspadai dari berbagai ancamaman, mulai dari   illegal logging, illegal minning, human trafficking, pelintas batas, hingga kriminal bersenjata, penyelundupan Narkoba, miras dan lain sebagainya. 

   Berkaitan dengan situasi global saat ini wilayah papua khususnya Kabupaten Merauke juga masih dalam kondisi memerangi peyebaran C-19 (Covid-19), untuk itu selain menjalankan tugas sebagai pasukan pengaman pebatasan, juga harus membantu pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman yang benar tentang social distancing serta kebiasaan hidup sehat, sehingga dapat menghentikan penyebaran covid-19 yang semakin meningkat melalui koordinasi dengan aparat kowil dan pemerintah daerah setempat. 

   Satgas Pamtas juga menerima pembekalan dari instansi terkait yang berkaitan dengan tugas-tugas di perbatasan diantaranya dari Kepala BKDSA Merauke Irwan Efendi tentang perlindungan tumbuhan dan satwa liar khususnya masalah pengawasan perburuan dan penangkaran hewan liar yang dilindungi. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) oleh Delifour B. Hutagaol. SKM, tentang Karantina Kesehatan khususnya di jalur pelintasan keluar masuk batas negara. Kepala Stasiun Karantina Ikan Merauke Nikmatul Rocmah tentang fungsi Karantina Ikan dalam mencegah masuk dan tersebar hama dan penyakit ikan dari luar negeri serta Kepala Stasiun Karantina Hewan Merauke Sudirman, SP. 

   “Diharapkan pembekalan dari masing-masing instasi kedepanya dalam pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan di wilayah Merauke dapat bekerja sama dalam bidang menjaga, pengawasan serta melindungi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Merauke,’’ tambahnya. (ulo/tri)