JAYAPURA – Tersisa waktu tak lebih dari dua pekan untuk memulai agenda PON Papua. Para tamu pada 17 September dipastikan sudah mulai bergeser ke pulau  paling timur Indonesia ini.  Pasalnya  pada 19 September seluruh tamu atau kontingen yang datang sudah menjadi tanggungjawab panitia. Hanya saja  disaat “air sudah sampai di leher” ternyata hingga kini harapan PB PON  untuk mendapatkan dukungan anggaran Rp 1,4 triliun masih di angan – angan.

 “Tinggal 6 hari menuju event ada tamu – tamu sudah akan tiba pada 17 September sebab tanggal 19 September itu sudah menjadi tanggungjawab kami panitia mulai dari akomodasi dan lain – lain sebab tanggal 21 itu pertandingan sudah dimulai,” kata Ketua harian PB PON XX Yunus Wonda di sela-sela perayaan HUT Partai Demokrat ke 20 di Holtekamp Kamis (9/9) kemarin. 

 Yunus mengaku hingga kini belum ada tanda – tanda anggaran Rp 1,4 triliun akan dikucurkan. Namun ia ingin memastikan bahwa PON akan tetap berjalan sesuai agenda. 

 “Kami di PB PON memastikan bahwa sesuai arahan gubernur bahwa apa yang bisa dilakukan itu harus jalan meski berat kami harus jalan. Kami tetap optimis PON akan tetap sukses. Persoalan anggaran memang menjadi sandungan namun kami akan tetap jalan dan event tidak boleh bergeser apalagi batal,” tambahnya. 

 Apalagi hanya karena konsumsi akhirnya agenda ini (PON) digeser tentu akan memalukan. “Kami pikir ini juga jadi  pekerjaan dan pemerintah pusat sehingga harus serius. Kalaupun akhirnya dalam beberapa hari ke depan anggaran ini dicairkan, kami tetap masih ragu sebab tidak mungkin membelanjakan uang sebanyak itu hanya dalam waktu satu dua minggu. Itu  berat sekali dan dimana – mana tidak ada yang bisa melakukan ini,” imbuh Yunus.

 Dijelaskan bahwa anggaran Rp 1,4 triliun ini di dalamnya ada untuk akomodasi, konsumsi, juri, wasit dan lainnya. (ade/wen)