JAYAPURA- Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., mengungkapkan, dalam rangka penanganan dampak Covid-19 Kota Jayapura, seluruh jajaran OPD Pemkot banyak dananya yang direalokasikan dan recofusing (rasionalisasi anggaran) untuk penanganan Covid-19. Dimana berdasarkan data yang telah dihitung Pemkot ada 54 persen dana setiap OPD dilakukan recofusing melalui Dana APBD TA 2020 Pemkot Jayapura.

  Sehingga untuk kegiatan yang berhubungan keluar daerah, rapat Bimtek atau studi banding tahun ini tidak bisa dijalankan secara maksimal, karena pemkot mengalami defisit dari APBD TA 2020.

 Namun untuk khusus untuk program yang masuk dalam visi misi dan janji politik wali kota jayapura dan wakilnya, tetap diperhitungkan, supaya apa yang telah dijanjikan kepada masyarakat Kota Jayapura bisa dipenuhi, contohnya yakni lanjutan pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Koya Barat, Pasar Baru Youtefa Kotaraja, dan lainnya yang tetap akan terselesaikan sampai masa akhir jabatan wali kota dan wakil wali kota.

 “Kita tetap lakukan penanganan Covid-19 dengan maksimal dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang tertuang dalam visi misi saya tetap dilakukan, sehingga apa yang sudah menjadi program kita tetap dilakukan dengan maksimal,’’jelasnya.

 Diakui Wali Kota dalam masa pandemic Covid-19 pemerintah Kota Jayapura mengalami defisit sekira Rp 18 miliar, hal ini diakibatkan karena realiasi pendapatan asli daerah baik pajak dan retribusi daerah banyak yang tidak masuk, seperti banyak operasional hotel beberapa bulan lalu tutup maupun pelaku usaha lainnya.

 Sehingga diharapkan, bulan Juli ini jika memang kasus penyebaran Covid-19 sudah mulai menurun dan bisa diterapkan new normal tentu akan membangkitkan lagi perekonomian di Kota Jayapura, karena di Kota Jayapura sumber pendapatannya hanya mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk bisa disiplin mau menjaga diri untuk tidak terkena Corona atau menyebarkan virus Corona.(dil)