Dr.Fachruddin Pasolo, M.Si. ( FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Untuk tahun 2018 dan 2019, penerimaan mahasiswa baru dari program putra-putri Port Numbay (PKP3N), yang kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Kota Salatiga, belum bisa terealisasi, hal ini disebabkan, dana yang dikucurkan Pemprov Papua,melalui dana Otonomi khusus (Otsus), belum direalisasikan. 

 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr.Fahruddin Pasolo, M.S.i,kepada Cenderawasih Pos, mengatakan saat ini, pihaknya masih fokus untuk penanganan  mahasiswa lama yang masih kuliah di UKSW Salatiga, Jawa Tengah. 

 “Ya tahun 2018 dan 2019, kita belum ada perekrutan mahasiswa baru yang disekolah Pemkot ke UKSW, karena dana Otsus belum cair, sehingga,  kami masih fokus untuk mahasiswa lainnya,”ungkapnya.

 Dijelaskan, seleksi penerimaan mahasiswa, yang dikuliahkan di luar Papua, tidak hanya bagi OAP Port Numbay, namun non Papua juga, yang sudah lahir besar dan tinggal di Port Numbay. Dengan demikian, ada keadilan dan mendukung prestasi mereka.

 Diakui, latar belakang Pemkot Jayapura, membuat program beasiswa, dengan menguliahkan ke UKSW yakni, ini sebagai salah satu Visi Misi Wali Kota Jayapura, agar generasi muda yang lahir dan besar di Port Numbay, khususnya OAP Port Numbay, bisa menjadi generasi yang cerdas, pintar, bisa membangun daerahnya sendiri. Dengan demikian, program beasiswa afirmasi khusus yang telah dilakukan Pemkot era kepemimpinan Wali Kota Jayapura, harus terus dipertahankan.

 Oleh karena itu, diharapkan, keseriusan Pemprov Papua dalam membantu membiayai melalui dan Otsus bisa terus dilanjutkan, karena ini sebagai bentuk afirmasi dalam meningkatkan SDM OAP.(dil/wen)