SENTANI-Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan dipusatkan di Kabupaten Jayapura pada Oktober nanti tinggal menghitung hari.  Namun ternyata masih ada persoalan  mendasar lainnya yang boleh dikatakan sangat berpotensi menganggu jalannya kegiatan besar itu. Salah satunya terkait kebutuhan konsumsi. Karena sampai saat ini, dana untuk membiayai konsumsi pada perhelatan event bergengsi tersebut belum dikucurkan dari pemerintah pusat. 

“Kita berdoa saja, jadi sabar-sabar saja,” ujar Bupati Jayapura yang Ketua Klaster Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si sembari menghela napas panjang, ketika dikonfirmasi, Selasa (7/9). 

Namun demikian, dia berharap agar persoalan ini tidak berdampak pada menurunnya semangat dari kaum ibu yang terlibat langsung dalam persiapan bidang konsumsi untuk event PON tersebut. Karena memang untuk bidang konsumsi ini, uangnya sama sekali belum ada,  namun  mereka dituntut untuk terus bekerja. 

“Saya sudah sampaikan, jangan sampai ibu-ibu mogok,  kalau ibu-ibu ini mogok, konsumsi bisa kacau.  Itu persoalan besar, tidak boleh terjadi, jaga baik di situ,”ungkapnya. 

Terkait persoalan itu, pihaknya sudah bertemu langsung dengan pengurus PB PON Papua, di mana pihaknya berharap agar persoalan ini dicarikan solusi yang benar-benar menjawab masalah ini.  

“Kami sudah ketemu dengan Ketua harian PB PON,  Yunus Wonda, saya bilang jangan tunggu.  Kita sudah sepakat PON harus jalan,  kita harus cari cara untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya. 

Oleh karena itu, Bupati Jayapura dua periode itu berharap agar persiapan pembiayaan konsumsi ini tidak menunggu transfer dana dari pusat, tapi baik PB PON maupun Sub PB PON harus mencari jalan untuk mengatasi persoalan itu. 

Menurutnya, dana itu pasti ditransfer dari pusat, hanya saja persoalan waktunya yang masih belum diketahui kapan dilakukan. 

“Tidak boleh tunggu, kita ambil langkah. Waktu sudah tidak ada.  Kita harus melayani tamu yang datang per 15 September.  Tinggal 8 hingga 9 hari saja, mau tunggu apa lagi.  Harus kerja sekarang,”imbuhnya. (roy/tho)