Dr Fachrudin Pasolo, M.Si.

JAYAPURA-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Dr Fachrudin Pasolo, M.Si., mengungkapkan, menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengatakan, dalam wabah Covid-19 untuk Proses Kegiatan Belajar Mengajar memang sangat terganggu ada yang dilakukan secara online (Daring) melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah, sehingga jika proses belajar dilakukan dari rumah tentunya siswa, guru harus memiliki fasilitas HP android dan ada pulsa paket internet data untuk digunakan dalam belajar lewat Daring.

  Sehingga,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah memberikan fleksibilitas dalam penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah  (BOS) untuk dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagiannya untuk dibelikan pulsa data internet bagi guru-guru untuk mendukung PKBM.

  Hanya saja,  untuk penggunaan dana BOS ditentukan dari besaran berapa banyaknya jumlah siswa, bagi siswa yang banyak tentu bisa, tapi bagi siswa yang kurang tentu susah. Hal lain jika dan BOS digunakan untuk membantu siswa dalam membeli paket internet pulsa data dalam belajar  pasti jadi persoalan tersendiri, karena jangan dianggap sekolah dari rumah, dikira sekolah tidak mengeluarkan biaya operasional, justru karena saat ini guru-guru tetap masuk di sekolah, menjaga fasilitas karena guru-guru dan tenaga kependidikan tetap mereka bekerja seperti biasa.

  Dan pembelajaran jarak jauh ada yang online, offline dan manual, sehingga bagi mereka yang tidak memiliki akses internet, tidak memiliki fasilitas HP bisa dilakukan pembelajaran secara manual, contohnya mengerjakan soal tugas dari buku yang sudah dimiliki siswa dan nanti hasil jawaban soal itu diantar ke sekolah oleh orang tua siswa untuk dicek pekerjanya yang dikerjakan di rumah.

Oleh sebab itu, siswa dalam belajar dari rumah jangan malas-malasan tetap dalam suasana pandemic Covid-19 tetap harus giat dalam belajar.(dil/wen)