Pemkot Siapkan Rapid Diagnostic Test untuk Cek Malaria

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, bersyukur bahwa perkembangan Covid 19 di Kota Jayapura semakin menurun pada September ini. Kata dr. Antari, selama seminggu pada bulan September, hanya bertambah 37 kasus baru.

“Jumlah kasus sampai tanggal 7 September itu sebanyak 37 kasus. Yang meninggal ada 1 kasus. Demikian, kita mesti tetap berhati-hati karena kasus kita sedikit, namun ada yang meninggal. Berarti memang sakitnya berat,” ujar dr. Ni Nyoman Sri Antari, Rabu (8/9) kemarin.

Dengan menurunnya kasus, maka berpengaruh pada basic reproduction number (r0) – effective reproduction number (rt) yang juga menurun.

“Demikian, rt-r0 kita itu rendah, yang berada di angka 0,44 selama 1 bulan terakhir. Jadi, hampir tidak menularkan lagi. Tapi tetap kita tidak boleh lengah. Karena mobilisasi penduduk tinggi sekali di Kota Jayapura. Takutnya kasusnya masuk lagi, dan kita kena lagi. Itu yang kita khawatirkan,” pungkasnya.

 Dia juga menambahkan dalam penanganan Malaria juga menjadi prioritas. “Penanganan Malaria, kita disiapkan untuk rapid diagnostic test untuk Malaria (bagi kontingen PON). Nanti kita cek Malaria mereka ketika tiba di Kota Jayapura. Jadi, kita cek apakah mereka Malaria atau tidak,” ungkap dr. Ni Nyoman Sri Antari, Rabu (8/9) kemarin.

 Demikian pula saat sebelum para atlet, ofisial, dan pengunjung pulang kembali ke daerah asalnya, dilakukan rapid diagnostic test untuk mengecek Malaria. Ini dilakukan sehingga jangan sampai nanti mereka malah sakit Malaria ketika sudah berada di daerahnya masing-masing.

“Kemarin, kita dikirim insektisida dan sudah melakukan penyemprotan IRS (Indoor Residual Spraying) di venue dan di sekitar venue. Mudah-mudahan Malaria turun di Kota Jayapura,” pungkasnya. (gr/wen)