Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi, memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bupati dan Wali Kota se-Papua digelar di Swiss Belhotel Jayapura, Selasa (24/11) kemarin. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bupati dan Wali Kota se-Papua digelar di Swiss Belhotel Jayapura, Selasa (24/11) kemarin. Dalam rapat yang dibuka Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., tersebut, juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi.

 Rakerda  ini tidak lain untuk meningkatkan sinergitas penyelenggaraan pemerintahan antara Pemprov Papua dan Pemkab/kota dalam penanganan Covid-19, pendataan Orang Asli Papua (OAP) dan Pilkada di 11 kabupaten di Papua.

“Pertama, bagaimana kita terus meningkatkan sinergitas kerja untuk bersama-sama menghilangkan Covid-19 di Papua. Dalam situasi global, nasional, secara khusus di Papua, sedang kita alami guncangan karena Covid-19.  Sebab hampir 29 kabupaten/kota terdampak Covid 19 dan angka kematian yang terus meningkat,” jelas Klemen Tinal, SE., MM., dalam sambutannya.

Kemudian, sambung Wagub Tinal, agenda Pilkada di 11 kabupaten di Papua harus dipastikan terselenggara dengan baik.

 “Kita harus kawal 11 kabupaten yang selenggarakan Pilkada. Di 7 kabupaten sudah ada penjabat sementara (Pjs) yang ditunjuk dari Pemerintah Provinsi, sehingga harus juga dipastikan sinergitasnya berjalan dengan baik. Walaupun dalam kondisi Pilkada, pelayanan pemerintahan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” terangnya.

 Tidak sampai di situ, yang mana identifikasi OAP juga menjadi agenda pembahasan dalam Rakerda tersebut. Kata Wagub Tinal, dari total 4.349.344 jiwa di Papua yang didata by name by address, jumlah OAP adalah 2.386.048 jiwa.

 Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi, mengaku bahwa Rakerda yang dilaksanakan tersebut baik adanya, di mana terdapat kepala daerah yang hadir secara langsung, maupun yang menggunakan komunikasi virtual.

“Penting untuk melakukan konsolidasi dan yang saya pesan (dalam Rakerda) ada tiga hal, yakni penanganan Covid-19, bantuan sosial yang di Papua menarik karena tidak semua bisa disalurkan perbankan, sehingga PT Pos Indonesia membantu. Yang terakhir adalah sekolah yang sudah harus segera aktif terutama wilayah hijau yang kasusnya kecil,” pungkasnya. (gr/ary)