Tim Gabungan SAR saat melakukan pencarian  terhadap  remaja 13 tahun yang dinyatakan hilang di  dalam Hutan Jagebob Merauke, Selasa (6/8) ( FOTO : Humas SAR Merauke for Cepos )

MERAUKE-Seorang remaja 13 tahun bernama Yohanis Kanimu dilaporkan belum kembali dari hutan di Kampung Obaathrow, Distrik Jagebob Merauke sejak tanggal 2 Agustus lalu. Hal ini dilaporkan oleh Kapolsek Jagebob, Sukirno ke kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Selasa (6/8) sekira pukul 05.10 WIT.  

  “Ya,  tadi pagi kami menerima laporan kehilangan tersebut dari Kapolsek Jagebob,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Raymond Konstantin,  SE,  kepada media,  di Merauke,  Selasa (6/8).  

  Raymon menjelaskan bahwa  laporan yang diterima  pihaknya melalui percakapan teks itu turut menjelaskan kronologi  kejadian. Pada hari Jumat (2/8) sekira pukul  11.00 WIT,  dua rekan korban masing-masing Elisabeth Mugujai  dan Anggelika berangkat memancing di sungai yang berada di belakang rumah korban berjarak sekitar 400 meter. 

  Korban juga ikut menuju ke sungai dengan membawa cangkul dan ember. Setibanya di sungai,  korban meletakkan cangkul dan ember,  selanjutnya ia pergi ke dalam hutan untuk mengecek jerat burung dan jerat kasuari yang telah dipasang sebelumnya. 

  Sekira  jam 15.00 WIT,  kedua rekan korban pada saat hendak pulang kerumah,  singgah menanyakan kepada orang tua korban apakah korban sudah pulang atau belum dan ayah korban menjawab belum pulang. Rekan korban  menyampaikan kepada orang tua korban bahwa korban tadi pergi kearah hutan. Setelah itu dilakukan pencarian oleh orang tua dan warga hingga hari Senin namun korban belum ditemukan. “”Pencarian juga melibatkan personel Polsek Jagebob dan Pos Ramil setempat, ” katanya.  

  Dengan laporan yang masuk tersebut, kata Raymond Konstantin,  dirinya langsung  memerintahkan personil untuk melakukan operasi pencarian ke lokasi kejadian. ” Tadi sekitar pukul 05.30 WIT,  1 SRU (Sar Rescue Unit) darat beranggotakan 6  orang bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. SRU darat akan bergabung dengan tim gabungan terdiri dari Polsek Jagebob, Pos Ramil, keluarga korban serta masyarakat yang telah lebih dahulu melakukan pencarian disana. 

  Pencarian hari ini akan difokuskan di area pemasangan jerat serta kawasan hutan di sekitar lokasi dugaan hilangnya korban,” tandas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Raymond Konstantin menutup pembicaraan.  (ulo/tri)