Bincang-bincang Dengan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Iptu Richard H.L Rumboy

Iptu Richard H.L Rumboy resmi menjabat sebagai Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura setelah dilantik oleh Kapolresta Jayapura Kombes Pol Gustaf R Urbinas di Aula Mapolresta Jayapura Kota pada Selasa (8/6) lalu. Cukup banyak PR yang harus diselesaikan terutama soal penyelundupan miras yang selalu terjadi, apa yang akan dilaksanakan? 

Laporan – Elfira

Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Pelabuhan Laut, pria asal Waropen kelahiran Depapre pada 25 Oktober 1974 silam ini menjabat sebagai Wakil Komandan Kompi II di Batalyon C Nabire Sat Brimob Polda Papua selama tiga tahun. Setelah itu digeser menjadi Kanit  I Sub III Gegana Brimob Polda Papua yang bertugas selama 6 bulan hingga dipercayakan menjadi Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura.

Iptu Richard sendiri lulusan Bintara Angkatan 15 tahun 1996/1997 di SPN Jayapura, selain itu lulusan Perwira SIPsus Brimob Polda Papua di SPN Bogor tahun 2013. 

 Melihat jejak karirnya yang berlatar belakang brimob tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mengawasi arus keluar masuk barang dan orang dari dan ke luar Papua. Namun ketika mendapat perintah dari pimpinan, sebagai seorang Bhayangkara sejati harus dilakoninya. 

Pasca dilantik dan diambil sumpah jabatan, ayah dua anak ini menyatakan kesiapannya untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan kinerja kedepan yakni menjaga keharmonisan dalam lingkungan Kepolisian khususnya di Sektor Pelabuhan.

 “Kinerja kedepan menjaga keharmonisan dalam lingkup Kepolisian khususnya di sektror Pelabuhan, setelah itu menjaga hubungan kerja silaturahmi dengan mitra kami yang ada di Pelabuhan. Hal hal yang mungkin dianggap baik tetap kami pertahankan, kedepan kami buat yang  lebih baik lagi,” tutur Kapolsek saat bincang bincang dengan Cenderawasih Pos, Selasa (15/6).

 Selain menjaga keharmonisan, pihaknya juga lebih perketat dalam pengawasan masuknya barang barang terlarang dalam hal ini seperti ganja, Miras. Serta menjaga kemitraan, supaya  kekompakan kerja membuat anggota lebih eksis dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.  “Kami bakal perketat turun atau naiknya barang dan manusia saat kedatangan kapal di Pelabuhan, serta menjaga situasi yang berkembang saat ini,” ungkapnya.

 Mengantisipasi penyelundupan ganja dan Minuman Keras (Miras) yang kerap memanfaatkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Laut Jayapura, pihaknya akan melakukan  komunikasi dengan para TKBM.

 “Kami harus duduk bersama dan memberikan arahan kepada para buruh untuk lebih berpikir positif, sehingga hal hal penyelundupan barang ilegal dengan memanfaatkan para TKBM tidak terjadi lagi,” kata ayah dua anak ini.

 Pihaknya juga akan memaksimalkan jumlah personel yang ada sebanyak 29 orang, memang diakui dengan jumlah personel tersebut masih kurang. Namun, dengan jumlah tersebut ia akan memanage agar anggota tetap melaksanakan  kegiatan di lapagan semampunya.  “Sebisanya kami harus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

 Kekurangan personel di Polsek Kawasan Pelabuhan Laut menjadi satu tantangan bagi anggota itu sendiri. Sehingga anggota yang ada lebih maksimal untuk memberikan pelayanan terutama  untuk penjemputan logistik yang berhubungan dengan pelaksanaan PON di papua nantinya.

 “Kedatangan logistik PON kita manfaatkan personel yang ada, kita bagi anggota sehingga ada yang melaksanakan patroli, mengecek langsug di lapangan  dan ada yang  melaksanakan pegamanan langsung penjemputan kontainer yang muatannya logistik PON dan tetap kita lakukan pengawalan hingga ke tempat dimana logistik itu disimpan,” jelasnya.

 Dengan segala rutinitas dan pengamanan, kedepan lebih  harmonis lagi. Bagaimana  melakukan pendekatan dan pelayanan kepada masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap penumpang turun dan naik di Pelabuhan Laut Jayapura di tengah pandemi Covid-19. (*/wen)