SERAHKAN BAJU: Kadinkes Papua, Dr. Robby Kayame, SKM., M.Kes., saat menyerahkan baju kepada dokter dan tenaga relawan PON 2020 Tahun 2021 sebagai bentuk kesiapan Dinkes bersama para medis untuk menghadapi pelaksanaan PON dan peresmian venue serta kick off Hitung Mundur PON 2020 usai apel bersama di halaman kantor Dinkes Provinsi Papua, Sabtu (10/10). ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA-Guna mencegah munculnya klaster baru Covid-19 pada event akbar Pemprov Papua yang rencananya digelar pada tanggal 20 Oktober mendatang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua siap melakukan rapid test san swab terhadap 30.000 orang yang menyaksikan event tersebut.

Event akbar yang akan digelar Pemprov Papua yaitu peresmian venue PON XX Papua yang akan dirangkaikan dengan beberapa kegiatan yaitu pemberian nama Stadion Lukas Enembe yang akan jadi tempat pembukaan dan penutupan PON XX.

Kegiatan lain yang akan dilakukan yaitu peribahan nama Bandara Sentani menjadi Bandara Theys Eluay, peluncuran data OAP (Orang Asli Papua) dan pencanangan hitung mundur pelaksanaan PON XX Papua.  

Terkait dengan kesiapan tersebut, Dinkes Papua menggelar apel bersama 380 tenaga dokter dan relawan yang akan melakukan tes Covid bagi 30.000 warga yang ditargetkan masuk ke stadion untuk mengikutai acara akbar tersebut. 

Kadinkes Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, SKM., M Kes., mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan tim relawan dari beberapa titik di Kota Jayapura, Keerom, dan Kabupaten Jayapura, guna menyukseskan acara tersebut. 

Menurut Robby Kayame, seharusnya PON XX Papua dibuka secara resmi pada tanggal 10 Oktober 2020. Namun karena adanya panedmi Covid-19, pelaksanaan PON XX ditunda tahun depan. 

Terkait hal ini, Dinkes Provinsi Papua kembali mengumpulkan tenaga tokter dan relawan untuk mengecek kesiapan tenaga medis.

“Kami dari bidang kesehatan akan melibatkan tenaga relawan dan tenaga kerja medis kesehatan yang tersebar di 25 Posko. Ada 380 personel relawan guna pengamanan Covid-19 di PON nanti. Termasuk pengendalian Covid – 19 pada acara hitung mundur dan peresmian nanti,” jelasnya usai apel bersama di halaman kantor Dinkes Provinsi Papua, Sabtu, (10/10).

Kadinkes Robby Kayame mengatakan, semua tenaga kesehatan yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom yang selalu berjuang melawan Covid – 19.  Diakuinya, apabila penanganan Covid-19 di tiga daerah ini sukses maka pada saat PON bisa berjalan dengan baik.

“Kegiatan pokok utama nanti adalah membantu masyarakat Papua dengan soaialisasi bahaya Covid – 19 dari  Pemprov Papua  untuk pengendalian Covid-19 melalui relawan dan tenaga medis yang kami tetapkan ini,” tambahnya.

Dikatakan, bagi warga yang hasil rapid tesnya non reaktif, akan diberikan kartu bebas Covid-19 untuk bisa masuk ke dalam stadion. Sementara bagi yang reaktif, menurut Robby Kayame akan didorong untuk melakukan pemeriksaan lanjutan VCR. “Jika positif, kita kita akan karantina kan sesuai prosedur yang ada,” jelasnya. 

“Untuk kegiatan rapid tes dan swab dengan target 30 ribu warga, kita upayakan dalam jangka waktu satu minggu ini. Jadi dengan target 30 ribu, untuk 25 kelompok relawan dan tenaga medis ini, bisa menangani seribu lebih. Tapi kalau satu kelompok bisa layani 2.000 orang, maka kemungkinan bisa 40 – 50 ribu orang yang mengikuti event akbar nanti,” sambungnya.

Rapid tes massal ini diakuinya dilakukan untuk mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19. Sebab menurut Robby Kayame, ada anggapan kegiatan akbar peresmian venue dan hitung mundur pelaksanaan PON XX akan menimbulkan klaster baru. 

“Ini menjadi momentum kita betul-betul melakukan tes masif guna memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di Kota dan Kabupaten Jayapura. Saya jamin bahwa kita akan melakukan screening ketat guna melakukan pengendalian penyebaran Covid di sana. Intinya kita tetap antisipasi,” tegasnya.(oel/nat)