WAMENA-Untuk mengantisipasi aksi kejahatan jalanan, seperti begal, jambret maupun curnamor, Polres Jayawijaya memastikan melakukan pergantian waktu -waktu patroli dan hunting khusus. Sebab para pelaku ini disinyalir telah mengetahui waktu-waktu patrol rutin dari kepolisian selama ini, sehingga perlu perubahan di waktu yang tak terduga.

Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Matinetta saat melakukan pemeriksaan kepada salah satu pelaku pencurian yang berhasil ditangkap beberapa waktu lalu. ( FOTO: Denny/ Cepos)

  Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Mattineta,  menyatakan   untuk penindakan pelaku begal, jambret dan curanmor pihaknya masih terus melakukan patroli dan hunting. Sebab para pelaku yang kemarin melakukan aksi begal belum didapat dan mereka juga sudah mengetahui waktu-waktu patroli aparat.

  “Saat ini kita lihat para pelaku kejahatan jalanan (street crime)sudah mengetahui waktu -waktu patroli aparat oleh karena itu kita dari Satreskrim juga mengubah waktu hunting sehingga aksi -aksi kehatan ini bisa diketahui dan ditindak,”ungkapnya kepada Cenderawasih pos via selulernya jumat (6/11) kemarin.

   Mattineta memprediksikan, saat ini para pelaku kejahatan sering kali melakukan aksi kejahatan dengan mencari sasarannya di luar waktu patroli dari kepolisian. Artinya mereka memanfaatkan waktu saat tak ada patroli mereka baru mulai beraksi, dan saat patroli mereka tak melakukan aksinya.

  “Para pelaku kejahatan ini seperti sudah memperhitungkan kapan ada patroli dan kapan patroli telah berakhir, waktu ini yang digunakan untuk melakukan aksinya oleh karena itu kita coba untuk hunting dengan waktu yang tidak ditentukan,”jelas Kasat Reskrim Polres Jayawijaya.

  Ia juga mengaku, untuk saat ini dari hasil hunting yang dilakukan satreskrim belum ada pelaku kriminal yang tertangkap.  Pihaknya juga masih terus melakukan pengejaran kepada para pelaku begal dengan modus membacok kaki korban guna membuat korban kaget dan terjatuh dari kendaraannya setelah itu barulah kendaraannya dibawah kabur.

  “Kita masih cari komplotan ini, kami tak ingin ada korban lain lagi, oleh karena itu kami terus melakukan hunting diwaktu -waktu yang tak bisa diduga oleh pelaku,”bebernya.

  Menurutnya dalam hunting yang dilakukan anggota Satreskrim juga terpencar kebeberapa sudut kota Wamena, sehingga tidak terfokus hanya melakukan hunting di satu tempat saja. Ini untuk mempersempit ruang gerak dari para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

  “Anggota sat reskrim kita sebarkan untuk melakukan hunting, sehingga apabila ada kejadian kita bisa melakukan respon dengan cepat dalam melakukan pengejaran sehingga  ruang gerak pelaku semakin sempit,”jelas Matinetta. (jo/tri)