RAPAT: Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos, SIP., MM., bersama Forkopimda Kabupaten Puncak Jaya, pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Puncak Jaya serta sejumlah tokoh saat mengikuti rapat lintas sektoral pencegahan dan penanganan wabah virus Covid 19 di Aula Sasana Kawonak, kantor Bupati Puncak Jaya, Kamis (19/3). ( FOTO: Humas Pemkab Puncak Jaya for Cepos)

MULIA-Untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid 19 di Kabupaten Puncak Jaya, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mengambil kebijakan melakukan lockdown dengan menutup pintu masuk ke Kabupaten Puncak Jaya baik melalui udara maupun darat. Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos, SIP., MM., meminta agar masyarakat memahami betul maksud dan tujuan kebijakan yang diambil Pemkab Puncak Jaya ini. 

“Kami sebenarnya tidak melockdown, ini hanya sebagai karantina agar masyarakat dari luar untuk sementara waktu tidak masuk ke Mulia. Hal ini kami lakukan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi terkait langkah-langkah pencegahan Covid 19 yang diserahkan sepenuhnya kepada kepala daerah,” ungkap Bupati Yuni Wonda saat memberikan arahan pada rapat lintas sektoral pencegahan dan penanganan wabah virus Covid 19 di Aula Sasana Kawonak, kantor Bupati Puncak Jaya, Kamis (19/3).

Dikatakan, untuk mencegah penyebaran Covid 19, pintu masuk dan keluar di Mulia baik melalui udara maupun darat ditutup selama 14 hari hingga tanggal 4 April 2020. 

Selain menutup pintu masuk dan keluar, Bupati Yuni Wonda mengatakan, aktivitas sekolah dan perkantoran juga diliburkan selama dua minggu. “Tim yang sudah kami bentuk juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan rumah sakit, tempat ibadah, sekolah, perkantoran dan fisilitas umum lainnya,” tuturnya.

Terkait dengan kebijakan ini, Bupati Yuni Wonda meminta masyarakat agar tidak panik apalagi sampai memborong atau melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok, masker dan lain-lain. 

“Saya masih ada di sini. Nanti akan kita atur mekanisme suplay dan portal keluar masuk logistik. Jadi nanti terbatas hanya untuk mengangkut bahan pangan dan logistik saja,” tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Yuni Wonda juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan massa “Kepada seluruh kepala kampung dan distrik untuk sementara tidak melakukan acara duka yang menarik banyak orang atau massa. Selain itu saya minta kumbi atau salam untuk sementara ditiadakan dan kepada masyarakat untuk kembali ke kampung dan berkebun,” pintanya.

Dalam rapat lintas sektoral tersebut, selain Bupati Yuni Wonda, juga hadir perwakilan Forkopimda Kabupaten Puincak Jaya, Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M.AP, M.HP., pejabat di lingkungan Pemkab Puncak Jaya, instansi vertikal serta para tokoh dan stakeholder lainnya.

Dalam rapat tersebut, Ketua Pencegahan Covid-19 di Puncak Jaya, Hadi Nugroho S.Kep,Ns., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan telah melakukan screening suhu tubuh masyarakat di tempat keramaian dan sarana transportasi. 

 “Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, kami telah mengupayakan alat yang ada yaitu dengan screening di bandara” ungkapnya.

Rapat kemarin juga disampaikan beberapa materi terkait dengan virus Corona atau Covid 19 salah satunya disampaikan dr. Muhammad Nasir Ruki, S.Si, M.Kes.Apt. SpG. “Jenis virus ini menyebabkan berbagai macam penyakit seperti pilek, batuk, dan flu. Virus ini awalnya bersarang pada hewan kemudian, dari hewan ke manusia” ucap dr Nasir.

Dikatakan, Coronavirus merupakan virus yang baru. Dimana pada tanggal 31 Desember 2019 kasus pertama ditemukan kota Wuhan Provinsi Hubei, Tiongkok. 

“Hari 1-3 gejala mirip dengan masuk angin, sakit tenggorokan ringan, sedikit sakit. Tidak demam, tidak lelah masih bisa makan dan minum secara normal. Puncak berada pada hari ke-9 gejala tidak berubah tetapi bertambah buruk, demam berantakan, batuk tidak mereda. Perbedaan antara Influenza dan Covid sendiri yakni Covid memiliki gejala sakit kepala, demam, batuk, diare, dan sesak nafas sedangkan influenza memiliki gejala sakit kepala, demam, pilek, batuk, muntah – muntah, diare, sesak nafas , dan tenggorokan terasa nyeri,” ucap dr. Nasir.

Virus ini menurut dr. Nasir berpotensi menyebar kepada siapa saja. Untuk itu perlu adanya kesadaran pada diri sendiri, melindungi komunitas/masyarakat serta melindungi orang-orang yang dicintai. 

“Cuci tangan menggunakan sabun, gunakan masker jika dalam tidak enak badan, menghindari kontak langsung dengan orang yang baru pulang dari wilayah yang terserang wabah virus corona, hindari mengusap daerah wajah dengan telapak tangan,” tambahnya. 

Dalam materinya dr. Nasir juga menyampaikan beberapa cara untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Di antaranya menerapkan pola hidup sehat dengan istirahat yang cukup serta perbanyak makan sayur dan buah (daun kelor, pisang, jeruk dan kacang-kacangan).

“Kemudian rutin berolahraga, hindari stress, hindari rokok dan alkohol. Kriteria kasus dalam pengawasan, isolasi rumah sakit, isolasi rumah, notifikasi ke Dirjan P2P CQ.PHEOC,” tambahnya. 

Di tempat yang sama, Wakaplres Puncak Jaya Kompol. Mulia Wicaksono mengatakan belum ada perintah resmi dari Kapolri untuk merumahkan jajarannya sehingga sementara waktu masih bertugas seperti biasa.

Sementara itu, Kasie Perhubungan Udara, Sem Palayukan mengatakan bahwa dengan adanya keputusan ini, pihaknya akan bekerja sama dengan UPBU Bandara Mulia dan UPTB Samsat. Pihaknya juga akan membuat Notem dan bersurat kepada kepala Bandara yang memiliki akses ke Mulia.

“Saya bersama UPBU Bandara Mulia dan Paskhas TNI AU akan menghubungi otoritas bandara lainnya tentang lockdown dan agen penerbangan lainnya. Agar dapat membuat reschedule penerbangan. Untuk agen lajuran kami sudah mempunyai data dan akan menghubungi mereka terkait keputusan lockdown,” pungkasnya. 

Terkait dunia pendidikan dalam hal pencegahan Covid 19, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Puncak Jaya, Manggaprow menjelaskan bahwa Sabtu lusa merupakan hari terakhir UAS tingkat SMK. Sementara ujian nasional untuk tingkat SMA akan dilaksanakan pada tangal 30 Maret 2020. 

“Namun ada perubahan dari provinsi. Apabila ditunda kadang kami kesulitan untuk mengumpulkan siswa/siswi kalau sudah libur lama. Untuk itu kami harus memberitahu lebih awal terkait penundaan tersebut” ungkap Manggaprou.

Sekedar diketahui bahwa saat ini sudah ada tiga posko screening cegah tangkal Corona. Yang pertama di Bandar Udara Mulia dan  Kampung Wandenggobak yang merupakan akses masuk ke Mulia. Satu lagi berada di Distrik Ilu yang merupakan akses masuknya lajuran dari Wamena, kabupaten Jayawijaya. (Humas/nat)