Hari Anak Nasional di Mata Para Pemangku Kepentingan  

Hari Anak Nasional tiap tahun diperingati pada tanggal 23 Juli, di masa pandemi seperti saat ini anak-anak berada dalam posisi sulit. Di satu sisi mereka butuh sosialisasi bermain bersama teman-temannya, belajar bertatap muka dengan guru,  namun di sisi lain mereka “ harus” dilindungi dari ancaman Covid-19, apa kata para pemangku kepentingan tentang hal ini? 

Laporan: Priyadi 

Anak anak merupakan aset keluarga. keluarga adalah masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sehingga Institusi keluarga dalam suatu masyarakat merupakan fondasi dan apabila pondasi itu rapuh maka rapuhlah masyarakat dan bangsa ini.

  “Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak anak di rumah akan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup generasi penerusnya, baik investasi pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” kata ketua DPC GOPTKI Kota Jayapura  Ny. Maria Y.G.Pekey, SE.,MSi. 

 Lanjutnya, pendidikan yang berlangsung seumur hidup dimulai dari rumah, berlanjut di sekolah dan di masyarakat/lingkungan. Dengan demikian orang tua, guru, dan masyarakat merupakan pelaku-pelaku pendidikan dan bagi anak bangsa yang perlu ditopang dengan adanya keterlibatan semua pihak baik pemerintah, swasta, yayasan dan lembaga sosial kemasyarakatan.

  Ny. Maria Y.G.Pekey,  SE.,MSi., mengatakan, tema Hari Anak Nasional 2021 adalah “Anak Terlindungi Indonesia Maju” dengan sub Tema diusung DPC GOPTKI Kota Jayapura  “Mewujudkan Anak Indonesia yang Sehat, Cerdas, Ceria, Kreatif, Informatif dan tangguh serta Berkarakter Dalam Menghadapi Tantangan Zaman”. 

  “Pada peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, DPC GOPTKI Kota Jayapura mengadakan kegiatan lomba video kreatif bagi anak PAUD se-Kota Jayapura dengan tema Bercerita tentang Covid-19 dan pilihan sub tema Mengenal Covid-19, cara pencegahan penularan Covid-19, dampak Covid-19. Tujuan pelaksanaan kegiatan lomba tentu untuk mengedukasi anak agar peduli di masa pandemi covid 19 menumbuhkembangkan kecerdasan linguistik, anak kinestetik jasmani, keberanian mengekspresikan serta mengaktualisasikan identitas diri anak,”ungkapnya.

Lanjutnya, Video kreatif yang terkumpul sebanyak 32 video dari 17 gugus yang terlibat dan di peringkat dari teladan 1 sampai dengan teladan 6 penghargaan prestasi anak-anak akan diberikan dalam bentuk piala uang pembinaan dan sertifikat.

  Tentang pendidikan anak-anak di masa pandemi Ny. Maria Y.G.Pekey mengatakan  pendidikan bagi anak-anak merupakan hal mutlak, artinya proses mendidik tetap dilakukan kendati tidak boleh dipaksakan karena masih dalam proses awal pengenalan pendidikan dan 

 Selain itu kreatifnya para guru dalam memberikan materi supaya anak tetap senang belajar secara daring  dan bagaimana pendampingan orang tua/keluarga di rumah harus tetap memberikan kenyaman supaya anak anak tidak selalu bosan. 

 Kepala Dinas P& K Kota Jayapura Dr. Fachrudin Pasolo, menghimbau kepada para orang tua untuk turut aktif mendampingi anak-anak belajar yang diketahui bersama bahwa sampai saat ini masih dilaksanakan secara daring dikarenakan masih tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Jayapura. Para orang tua harus mendampingi anak anak dengan hati bahagia, dalam suasana dan kondisi yang aman, nyaman,  karena akan berpengaruh kepada psikis anak.

 Diketahui, bersama bahwa, selama pandemi ini terjadi peningkatan kekerasan kepada anak baik psikis, fisik, maupun verbal. Saat ini Ini anak belajar dengan bahagia tanpa ada tekanan, maka prestasi belajar anak juga akan meningkat.

 Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga meminta pada para guru agar lebih komunikatif aktif menjalin komunikasi dengan orang tua siswa sehingga ada sinergitas antara guru orang tua dan anak yang ketiga adalah lingkungan tempat belajar anak di rumah Haruskah nyaman sehingga anak akan betah dan dan dengan senang hati mengikuti proses pembelajaran di rumah

 Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jayapura Kristhina L.I.R. Mano mengatakan agar anak-anak tekun belajar dan tetap mengedepankan protokol kesehatan an-nur orang tua selalu mendampingi anak-anak dalam pembelajaran dengan penuh kasih sayang serta memberikan asupan gizi berimbang kepada anak sehingga anak bertumbuh sehat dan cerdas. (*/wen)