JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, menyebutkan bahwa cakupan vaksinasi di Kota Jayapura masih di bawah 50 persen, sebagaimana terdata oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura.

 Diketahui, ditambah penerima vaksin dengan sasaran usia 12 tahun ke atas, maka total target vaksinasi di Kota Jayapura bertambah hingga mencapai 270,439 jiwal, yang mana hingga saat ini dosis 1 sudah mencapai 76,340 jiwa atau 28,2 persen, sedangkan dosis 2 vaksinasi baru mencapai 33,718 jiwa atau 12,5 persen.

 “Jadi, target vaksinasi kita memang naik menjadi 270 ribu lebih karena include anak usia 12 tahun ke atas. Untuk cakupan, vaksinasi dosis 1 sudah capai 28 persen, sedangkan yang dosis 2 baru 12,5 persen,” ungkap , dr. Ni Nyoman Sri Antari, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/7) kemarin.

 Kata dr. Antari, gap antara cakupan vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 2 memang jauh. Disinyalir, karena keperluan masyarakat untuk berangkat ke luar daerah, sehingga melakukan vaksinasi sebagai salah satu syarat yang mesti dipenuhi dalam penerapan PPKM Darurat di beberapa daerah tertentu.

 “Harapannya, mereka di mana saja, bisa melakukan vaksinasi dosis kedua. Dosis kedua vaksinasi dapat diberikan masksimal 2 bulan sejak vaksinasi dosis pertama. Kalau tidak, atau lewat dari 2 bulan, kekebalannya sudah hilang,”  jelasnya. 

 Tentangvaksinasi anak usia 12 tahun ke atas baru saja dimulai di Kota Jayapura,  Kadinkes Kota Jayapura ini mengakui belum banyak mendeteksi anak-anak yang telah melakukan vaksinasi.

“Usia 18 tahun itu juga masuknya masih anak-anak tapi sudah diperbolehkan vaksinasi dari awal. Nah, kemudian ini ditambah anak usia 12 tahun ke atas. Kita baru mulai sehingga  belum banyak yang terdeteksi. Kita harus memilah lagi data vaksinasi yang kita miliki untuk anak usia 18 tahun ke bawah hingga usia 12 tahun dalam vaksinasi yang kita lakukan,”

Diketahui vaksinasi terhadap anak usia 12 tahun ke atas penting untuk dilakukan demi menjaga imunitas tubuhnya. Terlebih kala mengingat varian baru Covid 19 Delta dari India yang menyasar anak-anak.

 Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo mengatakan banyak orang tua dan anak yang ingin sekolah tatap muka kembali dilaksanakan, dan salah satu tujuan adalah vaksinasi agar menjaga imunitas anak. 

 Dengan kata lain, ketika anak telah divaksinasi, dengan daya tahan tubuh atau antibody yang meningkat, maka dapat memperkecil kemungkinan penularan Covid 19 terjadi.

 “Kalau mereka sudah vaksin, dengan daya tahan tubuh meningkat, antibody meningkat, bisa memberikan peluang juga bagi kita melaksanakan sekolah tatap muka,” pungkasnya. (gr/wen)