Peparnas 2021 Papua

JAYAPURA – Cabang olahraga Atletik dan Renang merupakan cabang olahraga unggulan NPC Papua dalam mendulang medali emas sebanyak-banyaknya dalam helatan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua pada bulan November 2021.

Atletik dan Renang bagian dari 12 cabang olahraga yang akan dipentaskan nantinya. Kedua cabor tersebut akan mempertandingkan ratusan nomor. Tentu harapan besar NPC Papua berada di atas pundak para atlet kedua cabang olahraga tersebut agar bisa mewujudkan target NPC Papua untuk menempati peringkat ketiga bahkan juara umum.

Sebab itu, pengurus NPC Papua bersama tim Monitoring dan Evaluasi Prestasi Atlet NPC Papua terus memantau progres latihan kedua Cabor tersebut. Bahkan beberapa pekan lalu, NCP Papua bersama tim Monev telah meninjau beberapa cabang olahraga NPC Papua yang melakukan pemusatan latihan di luar daerah, termasuk Cabor Renang yang melakukan pemusatan di Kota Palembang.

Sama dengan cabang olahraga Renang, NPC Papua bersama tim Monev juga akan melakukan evaluasi bagi cabang olahraga Atletik yang sedang melakukan pemusatan latihan di Kota Jayapura. Termasuk beberapa Cabor lainnya yang juga masih melakukan TC di Jayapura.

“Atletik dan Renang ini adalah nomor primadona buat kita, khusus atlet ada 201 nomor pertandingan, kalau kita mau yang terbaik maka kita harus ambil 30 persen atau 67 medali emas. Kami harus turun ke lapangan, Atletik ini juga sudah melakukan promosi dan degradasi, tapi waktu itu belum ada tim Monev sehingga kita akan turun untuk melihat program latihan dan perkembangan atlet,” ungkap Ketua Moven Prestasi Atlet NPC Papua, Prof. Saharuddin Itaa kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kota Jayapura, Sabtu (26/6).

Selain itu, kata Saharuddin, mereka juga akan melakukan disiplin pelatih. Menurutnya, mereka masih menemukan pelatih yang menangani beberapa nomor pertandingan. Sehingga hal tersebut dinilai tidak akan maksimal selama melakukan pemusatan latihan.

“Jangan juga ada pelatih yang menjelajah, dia harus fokus pada nomor dan atletnya. Setelah itu kita akan berikan penyegaran periodisasi. Atlet kita di Papua ini memang belum maksimal, karena minim event. Tapi sebagai tuan rumah dan kita mau yang terbaik, kapan lagi kalau bukan sekarang,” ujar Saharuddin.

“Cabor Atletik kita masih kurang pelatih, dan juga masih ada beberapa nomor yang kosong. Kita akan tambah atlet tapi yang sudah jadi, karena kita mencari atlet yang sudah jadi bukan perak apalagi perunggu. Pelatih juga sudah ada 12 dan kita masih akan tambah di nomor-nomor khusus, seperti lompat. Dan pak Ketua sudah melakukan segala cara untuk mencapai yang terbaik,” pungkas Dekan FIK Uncen itu.

Sementara itu, Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma menegaskan, bahwa mereka bersama tim Monev NPC Papua akan terus melakukan koordinasi dengan kedua cabang olahraga tersebut. Ia mengaku, bahwa kedua Cabor tersebut kerap menjadi tulang punggung NPC Papua dalam perolehan medali emas.

“Saya akan terus melakukan koordinasi dengan Atletik dan Renang, ini yang terus kami genjot karena ini Cabor unggulan. Sementara 10 Cabor lainnya tidak ada masalah, mereka sudah memiliki target yang realistis,” ujar Jaya Kusuma.

Pria yang juga menjabat selaku Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura itu juga menuturkan, bahwa mereka bersama tim Monev telah melakukan pertemuan dengan para pelatih Atletik. Ia menyayangkan, ada beberapa nomor andalan mereka yang sedang mereka genjot belum terdaftar dalam THB Cabor NPC yang akan dipertandingkan saat Peparnas XVI nantinya.

Tapi Jaya Kusuma menegaskan, sebagai tuan rumah, mereka memiliki kewenangan untuk mengusulkan nomor-nomor tersebut. Apalagi THB hingga saat ini belum difinalisasi.

“Saya mendapatkan informasi bahwa ada nomor unggulan kita tapi tidak keluar dalam THB, sementara THB ini mau final. Nomor spesial yang belum ada kita akan berusaha agar tetap dipertandingkan, kita tuan rumah. Ini yang perlu disampaikan kepada pelatih dan pelatih bisa melihat itu,” tegas Jaya Kusuma.

“Dan sampai saat ini ternyata masih ada juga nomor belum terisi, sehingga kami meminta kepada pelatih untuk menyampaikan kepada kami nomor mana yang mau ditambah atletnya. Kemudian pembagian porsi latihan, seperti pelatih nomor Lempar kemudian ke Lompat lagi tidak bisa seperti itu. Kita mau prestasi jadi persiapan harus benar-benar baik,” tutup Jaya Kusuma. (eri/gin).