UKUR BAJU: Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak saat melihat langsung pengukuran baju batik di kantor Klasis GIDI Kota Jayapura, di Distrik Abepura, Jumat (6/11). ( FOTO: Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

*Termasuk di Kabupaten Keerom dan Untuk Semua Denominasi Gereja

JAYAPURA-Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) menyiapkan baju batik secara gratis bagi seluruh pendeta GIDI di Klasis Port Numbay Kota Jayapura dan Klasis Cyclop Kabupaten Jayapura. 

Selain di Kota dan Kabupaten Jayapura, hal yang sama juga diberikan bagi untuk para hamba Tuhan di Kabupaten Keerom dari semua denominasi gereja yang ada.

Langkah ini mulai dilakukan dengan menurunkan tim untuk mengukur badan para pendeta di Kantor Klasis GIDI Kotaraja, Distrik Abepura. Hal yang sama juga dilakukan untuk para hamba Tuhan di Kabupaten Keerom yang dipusatkan di Kantor Klasis GIDI Keerom di Arso 8, Jumat (6/11) lalu.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengatakan, apa yang dilakukan ini karena tergerak hati untuk menyumbang pakaian khusus yakni batik yang akan dipakai saat beribadah. 

“Memang kami melihat bahwa tiga klasis ini berada di ibu kota provinsi. Dimana yang secara pemerintahan para pemimpinya bukan berasal dari GIDI, maka sebagai anak GIDI saya terpanggil untuk melakukannya,” ujarnya.

Menurut Bupati RHP, bantuan baju batik yang dirancangnya sendiri ini nantinya bisa dipakai para pendeta yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom saat melakukan pelayanan.

“Bantuan baju batik gratis ini juga untuk menjadi motivasi para pendeta dan gembala maupun pengurus klasis agar mereka lebih semangat dalam melakukan pelayanan,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Klasis GIDI Kota Jayapura, Pendeta Yusman Kogoya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mamberamo Tengah atas kepedulian bagi hamba Tuhan.

Pendeta Yusman menuturkan, untuk para gembala di Klasis Port Numbay yang akan dijahitkan baju batik berjumlah tujuh puluh orang yang terdiri dari tiga gembala daerah, dua puluh enam gembala dan wakil gembala.

“Ini menunjukkan bahwa Bupati Mamberamo Tengah mau berbagi bersama orang tua yang ada di Klasis Port Numbay dengan memberikan baju batik,” ujarnya.

“Bupati tidak memiliki tujuan lain, tapi dia merasa bahwa dia adalah kader Gereja GIDI yang dalam kepemimpinannya ini belum berbuat banyak,” sambungnya.

Senada dengan itu, Gembala Siloam Kingmi Pendeta Ronaldus Siktau  mengaku, tidak menyangka jika Bupati Mamberamo Tengah bisa memberikan bantuan baju batik kepada gembala dari seluruh denominasi gereja di Kabupaten Keerom.

Baginya, ini merupakan bukti dari iman seorang Bupati Mamberamo Tengah kepada para gembala tanpa memandang denominasi gereja dalam menunjang pelayanan di wilayah Keerom. “Tidak ada perbedaaan di sini,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berdoa agar Bupati Mamberamo Tengah diberkati dalam tugas pelayanannya dan apa yang menjadi cita-cita dapat terwujd.

Hal yang sama disampaikan Pelayaan Jemaat GKI Diaspora, Forkorus Samber yang mengaku, bangga dengan apa yang dilakukan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak dalam memberikan bantuan baju batik. Sebab sejak tinggal di Distrik Arso Barat tahun 2004, belum ada pejabat yang melakukan hal ini. 

Menurutnya, bantuan yang diberikan Bupati Mamberamo Tengah disaat kondisi seperti ini sangat tepat. Ia bisa menjawab apa yang diinginkan jemaat.  

Hingga saat ini di Kabupaten Keerom tercatat 150 gembala dan pelayan jemaat yang sudah melakukan pengukuran baju batik. Rencananya Senin (9/11) hari ini pengukuran baju akan dilanjutkan.

Selain di Klasis Port Numbay Kota Jayapura, Klasis Cyclop Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. Pengukuran baju batik gratis juga akan dilakukan di wilayah Bogo yang dipusatkan di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.(Humas/reis/nat)