Masyarakat yang melakukan eksodus saat menunggu penerbangan hercules Apron Cargo Bandara Wamena, pekan kemarin. ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Untuk mencegah arus eksodus masyarakat yang terus-menerus meninggalkan Wamena, maka Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku meminta Panglima TNI untuk menghentikan sementara waktu penerbangan Hercules di Wamena. Sebab, bila eksodus warga ini tidak dihentikan, maka dikhawatirkan upaya pemulihan dan pembangunan kembali Kota Wamena makin lama. 

 Menurut Bupati Jhon Banua, dari hasil hasil rapat bersama Dandim 1702/ Jayawijaya dan Kapolres Jayawijaya pekan kemarin, Pemkab Jayawijaya telah sepakat untuk meminta 2-3 hari untuk menghentikan penerbangan Hercules.

   “Saya sudah menandatangani surat yang akan dikirim Ke Panglima TNI, untuk sementara waktu menghentikan penerbangan Hercules Ke Jayawijaya,  kita masih menunggu tindak lanjut dari surat yang telah diberikan ke Panglima TNI,”ungkapnya Sabtu (4/10) kemarin.

  Dengan menghentikan penerbangan Hercules sementara waktu, Kata Bupati, Pemerintah berharap masyarakat yang ada di pengungsian di beberapa titik ini tidak lagi melakukan eksodus keluar dari Wamena. Sebab,    kondisi keamanan sudah terjamin dan aktifitas perekonomian sudah kembali berjalan.

  “Kami sangat berharap masyarakat yang ada di pengungsian ini tidak lagi keluar meninggalkan Jayawijaya karena pemerintah bersama pihak keamanan telah menjamin kondisi keamanan yang baik serta menjamin masyarakat untuk kembali melakukan aktifitasnya,”tutur Jhon Banua.

   Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya menegaskan  jaminan keamanan yang diberikan dilakukan dengan mengatur   personel yang ada untuk  terus melakukan patroli dengan berjalan kaki di pusat –pusat keramaian masyarakat seperti pasar sehingga masyarakat melihat jika Jayawijaya ini sudah aman.

  “Kita harapkan dengan adanya aparat keamanan yang melakukan patroli ini memberikan jaminan keamanan agar masyarakat tidak takut untuk melakukan aktifitas perekonomian,”bebernya.

  Di tempat yang sama Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto menegaskan pihaknya dari TNI ada 700 personel siap memback up  memberikan jaminan keamanan di Jayawijaya. “Masyarakat tak perlu lagi keluar dari Wamena, karena masalah keamanan telah sepenuhnya dikendalikan oleh aparat keamanan dari TNI/Polri dan sangat dijamin keamanannya,”tutupnya. (jo/tri)