Bupati Merauke  Frederikus Gebze, SE, MSi

MERAUKE- Bupati Merauke  Frederikus Gebze, SE, MSi  menjelaskan  di tengah  relaksasi  ala Papua yang  tengah   diterapkan saat  ini,  pihaknya  akan segera membicarakan   terkait  pembukaan  kembali bandara  di  Merauke.  “Bandara itu yang  bisa masuk hanya Garuda. Garuda sudah kita bicara,’’ kata  bupati  Frederikus  Gebze saat melaunching  pembayaran pajak PBB dan PDAM di BNI, kemarin. 

   Namun kata Bupati Frederikus  Gebze, sebelum  berangkat akan dilakukan   persiapan  terlebih dahulu  karena   banyak yang harus  dipenuhi.   Di antaranya  calon penumpang  tersebut  harus  dipastikan  bahwa  betul-betul bebas virus corona dengan  cara   pemeriksaan secara swab terlebih dahulu. 

  “Kalau berangkat misalnya tanggal 7 maka  harus urus mulai urus tanggal 1 sampai tanggal 5. Itu harus kita lakukan karena harus diswab. Kita akan swab, karena mungkin  ada maskapai yang hanya ukur  suhu badan,’’ katanya. 

   Hanya saja   Bupati Frederikus  Gebze tidak  menyebut soal tehnis  dalam hal ini  jika diswab  apakah  calon penumpang  yang akan bayar  atau  oleh pemerintah daerah.    Namun menurutnya, pembukaan  bandara ini  dilakukan  setelah semuanya sudah siap dalam 10 hari ini. Selain itu,   pemerintah  juga akan memberikan kelonggaran    untuk aktivitas usaha  kafe atau  karaoke sampai  tempat hiburan  malam.  Jika selama  ini    diberikan  dari  pukul 06.00  WIT, maka  bisa di perpanjang   sampai   pukul  23.00-24.00  WIT.  

 Namun   untuk melaksanakan  ini, tegas   bupati, protokol  Covid-19  harus benar-benar  dilaksanakan. Yakni,   wajib masker, setiap   usaha  harus siapkan  tempat  cuci tangan, hand sanitaizer  dan sebagainya. “Sebagai bupati dan sebagai ketua Satgas, saya minta kepada semua pimpinan OPD   yang hadir hari ini,  harus taat masker. Wajib hukumnya, setiap kantor-kantor baik pemerintahan maupun  swasta, TNI Polri  menyediakan tempat  cuci tangan,  hand sanitaizer dan sebagainya. Layanannya tetap    protokol Covid,” terangnya.  

   Bupati  Frederikus Gebze meminta  kepada warga yang ada di   Boven Digoel  untuk ikut membantu  dengan mentaati protokol kesehatan. “Mereka tidak berlomba-lomba masuk ke dalam wilayah yang bersih  sehingga  menyusahkan kita  semua,” tambahnya. (ulo/tri)