Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si ketika memimpin rapat dengan seluruh Kepala Distrik se Lanny Jaya, Kamis (11/6). ( FOTO: Sambor For Cepos)

TIOM-Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si memimpin rapat evaluasi rutin bersama seluruh Kepala Distrik se Kabupaten Lanny Jaya. Adapun yang dievaluasi adalah penggunaan dana program padat karya, yakni bantuan dana Rp 4 juta setiap KK.

   “Rapat evaluasi yang dilakukan mengingat dana yang dibagikan adalah uang Negara yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya,” ungkap Bupati Befa.

    Dana Rp 4 Juta Per KK yang dibagikan ke masyarakat bukanlah program yang dianggarkan dari dana Covid-19 untuk mengatasi kesulitan masyarakat di tengah pandemi Covid 19, tetapi merupakan program permanen dengan nama Program Lanny Jaya  Mandiri Cerdas dan Sehat yang merupakan  program idola sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom, SE,M.Si dan Yemis Kogoya, S.IP.

   “Program ini sifatnya bukan untuk memanjakan masyarakat,  tetapi mengajak masyarakat untuk turut serta bersama-sama pemerintah kabupaten membangun rakyat sesuai aturan yang ada, untuk itu rapat evaluasi hari ini penting untuk dicermati sehingga tiap anggaran yang keluar harus dipertanggungjawabkan,”tambahnya.

  Befa minta pertanggungjawaban yang dibuat kepala distrik harus lengkap dengan dokumen foto dan video, sehingga tim akan menilai dan mulai turun sidak ke lapangan, jika ditemukan perbedaan laporan dengan kenyataan di lapangan maka saat itu juga kepala distrik  akan dicopot dari jabatannya.

   Befa minta kepala distrik kerja cepat untuk mendata ulang masyarakatnya termasuk mendata warga Lanny Jaya yang ada di Wamena karena dalam waktu dekat akan diberikan dana Rp 1 juta  per KK.

  Senada dengan itu Ketua DPRD Lanny Jaya, Tanus Kogoya, S.Pd mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung program yang telah berjalan dengan tetap mengontrol pembagian dana dan masyarakat penerima manfaat sehingga benar benar tepat sasaran.(Sembor/gin)