Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE, M.Si ketika bersama Presiden GIdI Pdt. Dorman Wandikbo S.Th,  beberapa waktu lalu. ( foto: Humas Pemda Lanny Jaya For Cepos)

WAMENA-Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE, M.Si menegaskan komitmennya untuk membantu pembangunan Rumah Sakit (RS) GIdI Kalvaria yang akan dibangun di Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya. Dimana RS ini dipersiapkan utuk melayani kesehatan di Pegunungan Tengah Papua.

  Latar belakang pihak gereja mendirikan RS yaitu ada dua hal mendasar satu Orang Asli Papua terdorong oleh para misionaris yang datang membawa Injil  kebenaran ke kawasan pegunungan tengah, mereka tidak hanya membawa Injil tetapi ada misi lain yang diikutsertakan yaitu pelayanan kesehatan, persalinan dan lainnya. 

   “Hasil binaan para misionaris ini turun temurun masih melayani di pos-pos terpencil dan kebanyakan dari mereka tidak mendapat kesempatan dan tidak ada tempat bekerja sehingga gereja tergerak untuk menyiapkan tempat berupa klinik agar mereka ini dapat bekerja dan melayani masyarakat,” ungkap Presiden GIdI, Pdt. Dorman Wandikbo ketika melakukan pertemuan dengan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si di Wamena, Senin (21/12)

   Adapun alasan kedua, pihaknya membangun RS adalah pada saat krisis moneter,  di Jayawijaya ada tim Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Papua mengunjungi Wamena dan semua tokoh gereja mendapatkan pengarahan bertempat di Gedung Bethesda Wamena. Dalam pengarahan ketua KPA provinsi Papua bahwa orang Papua akan mati dan habis oleh serangan penyakit HIV-AIDS yang merajalela di Papua, sehingga itu diperlukan RS yang berkualitas baik di Pegunungan Tengah Papua.

   Bupati Lanny Jaya Befa,  Yigibalom, SE, M.Si yang juga Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, tergerak untuk membantu pembangunan Rumah Sakit GIdI Kalvari. Menurut Befa dalam sidang APBD kabupaten Lanny Jaya tahun ini telah diusulkan dana Rp 1 Miliar untuk pembangunan rumah sakit yang baru. 

  Untuk diketahui bahwa saat ini pondasi rumah sakit telah dibangun.  Selanjutnya Bupati Lanny Jaya dua periode ini berjanji untuk menambah jumlah anggaran guna penyelesaian pembangunan rumah sakit tersebut. 

   Dalam kesempatan ini Befa mengharapkan dukungan dari seluruh anggota asosiasi Bupati Pegunungan Tengah atau bupati wilayah Lapago agar menganggarkan dana hibah Rp 500-1 Milyar untuk memback up pembangunan Gedung Rumah Sakit GIdI Kalvari.

   “Karena di sinilah semua orang kita,  warga Lapago pegunungan tengah berobat. Untuk rumah sakit Kalvari Wamena mari kita semua Bupati se Pegunungan Tengah memback up pembangunannya sampai selesai,”bebernya.

    Befa juga mengharapkan kerja sama denominasi gereja lain agar membuka klinik sejenis pada masing masing kabupaten agar dapat memberikan pelayanan terhadap penyakit khusus ini. Yang mana gereja GIdI Indonesia dibawah kepemimpinan presiden GIdI Dorman Wandikbo telah memberikan contoh yang baik.(imon/gin)