Kementerian PUPR RI saat melakukan perbaikan dengan memasang bronjong di salah satu sungai di Sentani, Senin, (1/4) lalu. ( FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengungkapkan, perlu dilakukan tata ruang yang berbasis mitigasi bencana, sehingga ke depan tidak ada bencana lagi di Kabupaten Jayapura.

“Aliran sungai harus dikembalikan kepada posisi yang semula. Bukan normalisasi, tapi naturalisasi,” ujarnya kepada para pimpinan OPD di sela-sela Rakerda yang di Aula Lantai Dua, Kantor Bupati Jayapura, Senin (8/4).

Mathius menjelaskan, banyak sekali aliran sungai yang turun ke wilayah Sentani dan ada juga yang ke daerah Pasific di wilayah Distrik Ravinerara. Apalagi secara alami, wilayah Cycloop ini jurang dan struktur batu-batuannya sangat label dan bukan rekayasa manusia, tapi sudah secara alami.

“Cycloop perlu diberikan perhatian yang sangat serius. Di mana wilayah penyangga harus bersih dan tidak boleh ada orang siapapun di atas daerah penyangga,” jelasnya.

Mathius meminta kepada Disdukcapil, untuk bekerja keras mendata seluruh warga yang ada di Kabupaten Jayapura, sehingga warga yang tidak punya pekerjaan dan tidak punya aktivitas tidak boleh ada di Kabupaten Jayapura.

“Yang ada di sini adalah mereka yang datang untuk sekolah dan kerja. Terutama di kawasan-kawasan ini sama sekali tidak boleh,”ucapnya.

Tidak hanya itu, Mathius menyatakan aliran sungai sampai ke wilayah BTN Gajah Mada, sekitar Bandara Sentani dan beberapa wilayah lainnya harus bersih dan berada jauh sekian radius dari perumahan.(bet/tho)