JAYAPURA – Ketua PB PON Papua, Yunus Wonda rupanya mengikuti aspirasi yang muncul di tengah masyarakat terkait pelaksanaan PON di Papua. Ia mengakui masih ada pihak yang menaruh sikap pesimis dengan agenda nasional ini termasuk masih ada yang ragu apakah bisa berjalan sukses atau sebaliknya. Meski demikian Yunus tetap optimis jika agenda ini akan menjadi sejarah yang akan dicatat oleh anak cucu tentang bagaimana Papua bisa menjadi tuan rumah perhelatan agenda nasional dengan fasilitas yang mumpuni. 

 Ia  menyatakan bahwa saat ini bukan waktunya lagi  untuk pesimis mengingat Papua sudah menerima menjadi tuan rumah dan mau tidak mau harus menunjukkan bahwa Papua juga bisa meski menjadi daerah terujung. “Saya pikir bukan waktunya lagi untuk berfikir apakah PON akan jadi atau tidak sebab kita sudah menerima dan harus dijalankan. Tidak tepat rasanya jika sudah jauh melangkah kemudian mengatakan pesimis. Itu seperti orang yang kalah sebelum berperang dan tak memiliki mental untuk berjuang, mental untuk menjawab tantangan,”  singgung Yunus, Kamis (24/6). 

 Kalaupun akhirnya ada kekuranan yang ditemukan sana sini, Yunus menyampaikan bahwa panitia tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengeliminir persoalan yang kemungkinan muncul. Ia menyebut bahwa setiap pelaksanaan event dipastikan tak ada yang sempurna dan  pasti ada yang harus  dievaluasi. “Tapi disini saya mengajak untuk kita berfikir positif dan tidak perlu lagi disibukkan untuk mencari yang kurang – kurang sebab pasti banyak kekurangan apalagi ini event perdana yang perlu saran masukan dari berbagai pihak,” tambahnya. 

 Dengan waktu yang semakin dekat, Yunus meminta masyarakat ikut mengawal dan memberikan masukan yang konstruktif sehingga tidak lagi disibukkan dengan pemikiran apakah PON  jadi digelar atau tidak. “Kita perlu menunjukkan bahwa Papua juga mampu menjawab kepercayaan yang diberikan, tak perlu lagi pesimis sebab bola sudah digulirkan,” imbuhnya. (ade/wen)